Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Peristiwa

Tertidur Saat Masak Lontong, Rumah di Bayuning Terbakar

KUNINGAN – Sebuah rumah milik warga lanjut usia di Desa Bayuning Kecamatan Kadugede, hangus dilalap si jago merah pada Minggu dini hari (22/3/2026). Peristiwa tersebut diduga dipicu kelalaian saat memasak lontong untuk kebutuhan lebaran.

‎Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.20 WIB di rumah milik, Sunimah (75). Berdasarkan keterangan dari, Danu, perangkat desa setempat, insiden bermula saat anak korban tengah memasak lontong sekitar pukul 00.00 WIB. Namun, yang bersangkutan tertidur sehingga api dari kompor atau tungku diduga tidak terkontrol.

‎Saat terbangun, api sudah membesar dan melahap bagian atap rumah. Dalam kondisi panik, anak korban segera membangunkan penghuni lain dan menyelamatkan diri ke luar rumah. Beruntung, seluruh penghuni yang terdiri dari lima orang berhasil keluar dengan selamat.

‎”Api semakin membesar dan kebetulan ada ibu nyai yang berada di lokasi kejadian dan kemudian melapor ke UPT Damkar Kuningan,” ujar Danu.

‎Laporan kebakaran diterima petugas UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan sekitar pukul 01.35 WIB. Tak berselang lama, tim Regu 3 yang berjumlah 10 personel langsung meluncur ke lokasi dengan mengerahkan dua unit kendaraan pancar dan satu unit rescue.

‎Petugas tiba di lokasi pukul 01.48 WIB dan segera melakukan pemadaman. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih satu jam hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 02.45 WIB. Upaya itu juga dibantu oleh aparat kepolisian, perangkat desa, serta warga sekitar.

‎Namun, seluruh bangunan rumah berukuran 6 x 12 meter atau seluas 72 meter persegi tidak dapat diselamatkan. Selain bangunan, sejumlah harta benda turut hangus, di antaranya gabah kering, peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, mesin cuci, serta perabotan rumah tangga dan dokumen penting.

‎Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp128,25 juta. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi korban dan warga sekitar.

‎”Saat ini, korban bersama keluarganya untuk sementara mengungsi di rumah tetangga terdekat,” katanya.

‎Sementara itu, Andri Arga Kusuma, selaku kepala UPT Damkar Kuningan mengungkapkan, akses menuju lokasi yang sempit menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman, sehingga kendaraan pemadam tidak bisa mendekat secara maksimal. Selain itu, lanjut Andri, padatnya permukiman warga sempat menimbulkan kekhawatiran api akan merambat ke bangunan lain.

‎”Meski ada kendala, tapi alhamdulilah api bisa padam,” ujarnya.

‎Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh kompor, instalasi listrik, maupun aktivitas pembakaran. Selain itu, warga juga diingatkan untuk rutin memeriksa peralatan rumah tangga seperti selang dan regulator gas, serta tidak meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan.

‎”Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, di mana aktivitas memasak meningkat dan berpotensi memicu risiko kebakaran,” tutupnya. (Icu)

Baca Juga :  Peredaran Narkoba di Kuningan Terbongkar, 5 Tersangka Ditangkap