Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Peristiwa

Pembangunan Masih Berlangsung, Jembatan Cijemit Dihantam Hujan Hingga Material Hanyut

KUNINGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan dalam beberapa hari terakhir berdampak pada proyek pembangunan Jembatan Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Sabtu, (28/3/2026).

Sekitar pukul 17.30 WIB, debit air sungai yang meningkat secara signifikan menyebabkan sejumlah material pembangunan jembatan di antaranya besi konstruksi hanyut terbawa arus.

‎Jembatan yang menghubungkan Desa Cijemit, Pinara, dan Gunung Manik itu merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, baik untuk mobilitas harian maupun distribusi hasil pertanian warga. Saat ini, jembatan tersebut tengah dalam tahap pembangunan setelah sebelumnya mengalami kerusakan.

‎Oon Kusman, Sekretaris Desa Cijemit menyebut pembangunan tersebut sudah berlangsung sejak awal bulan Februari. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kuningan menargetkan agar jembatan tersebut selesai sebelum lebaran. Namun, intensitas hujan beberapa hari ke belakang menyebabkan debit air Sungai Cijemit meningkat drastis sehingga mengganggu efektivitas keberlangsungan pembangunan.

‎”Besi penopang yang hanyut itu ada tiga, dan pengerjaan pembangunan baru sekitar 40%,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh Cikalpedia.id.

‎Lebih lanjut, Ia menerangkan bahwa posisi besi tersebut sebelumnya berada di area pinggir sungai dan belum sempat dipasang secara permanen. Saat debit air tiba-tiba meningkat, arus deras langsung menyeret material tersebut hingga hanyut.

‎Akibat dari kejadian tersebut, kata dia, proses pembangunan jembatan dipastikan akan mengalami keterlambatan dari target yang telah ditetapkan sebelumnya. Saat ini, bersama para pekerja dan warga tengah mencari besi yang hanyut.

‎”Selama pembangunan berlangsung, masyarakat harus melalui jalan alternatif yaitu ke Dusun Sukasari tapi harus mutar, jarak tempuh sekitar satu kilo. Jalan alternatif itu juga rusak,” katanya.

‎Untungnya, peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa. Namun demikian, warga diimbau untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

‎Pihaknya berharap adanya percepatan penanganan, baik dalam pencarian material yang hilang maupun perbaikan akses sementara, agar aktivitas masyarakat tidak terlalu terganggu. (Icu)

Baca Juga :  Kader Posyandu Kuningan Ikuti Jambore 2023, Ridho Suganda: Mereka Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat