KUNINGAN – Transformasi digital semakin kokoh mendukung sektor kuliner di Kabupaten Kuningan. Pusat jajanan Puspa Langlangbuana kini didorong menjadi percontohan kawasan kuliner berbasis transaksi non tunai melalui penerapan sistem pembayaran digital QRIS.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Bank BJB. Simbolis program itu dikukuhkan oleh Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, Sabtu (28/3/2026) malam.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, menjelaskan, bahwa digitalisasi menjadi salah satu inovasi utama dalam penataan kawasan kuliner tersebut. Melalui sistem QRIS, para pedagang kini mulai beradaptasi dengan pola transaksi yang lebih modern dan praktis.
“Ke depan, masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai. Semua transaksi bisa dilakukan secara digital, lebih mudah dan efisien,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan QRIS tidak hanya memudahkan pengunjung, tetapi juga membantu pedagang dalam pencatatan keuangan yang lebih tertib dan transparan.
Saat ini, tercatat sebanyak 29 pedagang telah kembali beraktivitas di kawasan Puspa Langlangbuana dan mulai diperkenalkan dengan sistem pembayaran digital. Kesediaan QRIS diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa penataan kawasan kuliner harus sejalan dengan perkembangan zaman, termasuk dalam hal digitalisasi transaksi.
Ia menilai, adopsi teknologi menjadi langkah penting agar pelaku UMKM tidak tertinggal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kalau kita ingin maju, UMKM harus ikut bertransformasi. Digitalisasi ini bukan pilihan lagi, tapi kebutuhan,” tegasnya.
Selain digitalisasi, penataan kawasan juga mencakup pembenahan fisik, peningkatan kebersihan, serta konsep co-branding pada gerobak pedagang untuk memperkuat identitas visual kawasan.
Melalui inovasi tersebut, pihaknya berharap Puspa Langlangbuana dapat kembali menjadi pusat kuliner unggulan yang tidak hanya ramai pengunjung, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. (Icu)
