
KUNINGAN – Langkah Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan (SPS UNIKU) di panggung internasional tampaknya bukan sekedar “sekali lewat”. Di Ankara, Türkiye, nama kampus dari Kabupaten Kuningan itu kembali bergema, kali ini sebagai co-organizer dalam International Training on Human Resource Management (HRM) 2nd Edition 2026, forum pelatihan global yang digelar 28 Maret hingga 5 April 2026.
Ini bukan debut. Sebulan sebelumnya, SPS UNIKU bersama African Institute for Multidisciplinary Studies (AIMS), Somalia, lebih dulu menggelar pelatihan internasional bertajuk Project Procurement and Contract Management di kota yang sama. Forum perdana itu disebut melampaui ekspektasi baik dari sisi peserta maupun penyelenggara. Efeknya terasa cepat, kolaborasi berlanjut, skala diperluas, dan tema dibuat lebih strategis.
Di sinilah Ankara menjadi semacam “panggung uji” bagi konsistensi UNIKU. Bukan hanya hadir, tapi kembali mengambil peran sebagai penyelenggara bersama.
Kerja sama ini sendiri bukan lahir tiba-tiba. Ia berakar pada Nota Kesepahaman (MoU) Nomor 1400/UNIKU-KNG/PP/2024 yang diteken 25 September 2024. Dokumen yang kerap berakhir sebagai formalitas itu, dalam kasus ini, justru menjelma menjadi pijakan konkret kolaborasi lintas benua Asia dan Afrika yang terus bergerak.
Pada sesi pembukaan, di akhir pekan lalu, Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Pd, tampil sebagai keynote speaker. Berbicara dari ruang virtual melalui Zoom pukul 14.40 waktu Ankara (18.40 WIB), ia menekankan pentingnya sumber daya manusia sebagai fondasi organisasi, sekaligus menyoroti makna kolaborasi lintas batas.
Pesan yang disampaikan tidak bertele-tele yaitu kualitas manusia menentukan arah institusi, dan kerja sama global bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Sementara itu, Wakil Rektor III UNIKU, Prof. Dr. Agus Yadi Ismail, M.Si, mengangkat isu yang lebih teknis namun krusial tentang retensi karyawan. Dalam presentasinya bertajuk Employee Retention Strategies for a Sustainable Workforce, ia menyinggung tantangan klasik organisasi, bagaimana mempertahankan talenta terbaik agar tidak hengkang di tengah kompetisi global yang semakin cair.
Pelatihan HRM edisi kedua ini mengusung tema “Matching the Right Talent with the Right Role”. Dalam empat hari sesi intensif, peserta diajak membedah praktik manajemen SDM secara aplikatif, mulai dari perencanaan tenaga kerja dan analisis jabatan, pemetaan kompetensi, rekrutmen berbasis talenta, hingga pengembangan SDM, keterlibatan karyawan, kompensasi, dan manajemen kinerja.
Seluruh modul dipandu langsung oleh Direktur AIMS, Dr. Abdisamad Abdirahman Omar, Ph.D, yang membawa perspektif lapangan dari kawasan Afrika dan Timur Tengah, dua wilayah dengan dinamika ketenagakerjaan yang kerap luput dari sorotan forum arus utama.
Namun yang membuat forum ini menarik bukan semata materi atau nama pembicara. Komposisi pesertanya mencerminkan jejaring global yang nyata, manajer dari sektor jasa keuangan, transfer uang, ekspor-impor, transportasi, pendidikan, hingga wisata medis. Ditambah mahasiswa internasional di Ankara terutama dari Somalia yang menjadi bagian dari ekosistem diskusi.
Dari pihak UNIKU, delegasi hadir lengkap, mulai dari mahasiswa pascasarjana, dosen, hingga unsur struktural. Kombinasi ini menjadikan forum bukan sekadar ajang simbolik, tetapi ruang belajar langsung dengan paparan lintas perspektif.
Direktur SPS UNIKU, Dr. Yeyen Suryani, M.Pd, menyebut dua forum internasional yang digelar beruntun ini sebagai bukti bahwa kemitraan tidak berhenti di seremoni. “Ini investasi akademik,” ujarnya, menegaskan bahwa dampaknya diarahkan pada peningkatan kualitas institusi sekaligus manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.
Di tengah banyaknya kerja sama internasional yang berhenti di atas kertas, langkah SPS UNIKU di Ankara menawarkan narasi berbeda, kolaborasi yang benar-benar dijalankan dan mulai diperhitungkan. (Ali)




