
KUNINGAN — Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKAB) Kuningan mulai menjaring talenta muda untuk kebutuhan Tim Nasional Futsal U-17. Seleksi terbuka ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 11–12 April 2026, di GOR Ewangga Kuningan.
Ketua AFKAB Kuningan, Rangga Gumilar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program talent Detection yang mengacu pada arahan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat. “Kami menerima surat dari AFP Jawa Barat untuk melaksanakan talent Detection. Ini menjadi kesempatan bagi pemain muda Kuningan yang ingin serius di futsal, bahkan menembus timnas,” kata Rangga, Jumat (10/4/2026)
Seleksi ini secara khusus menyasar pemain dengan batas usia ketat, maksimal kelahiran 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2010. Di luar rentang tersebut dipastikan tidak dapat mengikuti proses penjaringan. “Karena ini untuk kebutuhan U-17, maka batas usia harus sesuai. Yang lahir sebelum atau sesudah itu tidak bisa ikut,” ujarnya.
Rangga menegaskan, proses seleksi akan dilakukan langsung oleh tim pelatih yang dinilai memiliki kompetensi memadai. Menurut dia, Kuningan saat ini memiliki sumber daya pelatih yang relatif kuat, baik yang berlisensi nasional maupun Asia.
“Alhamdulillah, kita sudah punya pelatih dengan lisensi nasional sampai AFC level 2. Total ada sekitar 10 pelatih yang siap terlibat dalam proses seleksi ini,” kata dia.
Keberadaan pelatih berlisensi tersebut, lanjut Rangga, tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pembinaan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut peningkatan kualitas pelatih menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem futsal daerah.
Dalam seleksi nanti, AFKAB menargetkan menjaring pemain di setiap posisi inti. Meski futsal dimainkan oleh lima orang dalam satu tim, penjaringan akan dilakukan lebih luas untuk memastikan kualitas terbaik yang dikirim ke tingkat berikutnya.
“Targetnya satu pemain di setiap posisi yang benar-benar siap. Nanti akan kita kirim ke tingkat provinsi untuk diseleksi lagi,” ujarnya.
Seleksi ini terbuka untuk umum, tidak terbatas pada pemain yang tergabung dalam klub. Pelajar maupun pemain non-klub dipersilakan ikut serta selama memenuhi syarat usia.
“Kita buka seluas-luasnya, baik dari klub maupun non-klub. Yang penting punya kemampuan dan serius,” kata Rangga.
Ia menjelaskan, tahapan seleksi ini baru langkah awal di tingkat kabupaten. Pemain yang lolos akan mengikuti seleksi lanjutan di tingkat Jawa Barat sebelum berpeluang masuk skuad nasional.
Menurut Rangga, persaingan di tingkat provinsi dipastikan lebih ketat karena akan mempertemukan talenta dari berbagai daerah. Namun ia optimistis Kuningan memiliki potensi untuk bersaing.
“Kami percaya Kuningan punya banyak talenta. Tinggal bagaimana kita menyaring dan mempersiapkannya dengan baik,” katanya.
Melalui program ini, AFKAB berharap dapat membuka jalan bagi pemain muda daerah untuk tampil di level yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat posisi Kuningan dalam peta pembinaan futsal nasional. (ali)




