Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Pendidikan

Dua Cucu Ketua GOW Harumkan Nama Daerah di Kancah Internasional 

Auriz Azaria (kanan) dan Finza Athariz (kiri) menaiki podium dan membentangkan bendera Indonesia di podium, usai menerima medali

KUNINGAN – Dua cucu Ketua GOW Kuningan, Auriz Azaria, siswi kelas 7 SMPN 1 Kuningan dan, Finza Athariz, kelas 4 SD IT Al Multazam berprestasi di kancah internasional.

Keduanya berhasil membawa medali dalam ajang olimpiade matematika yang digelar di Sydney, Australia. Auriz meraih medali perunggu sedangkan, Finza meraih medali perak.

‎Dalam momen penuh haru, kedua sosok tersebut tampak berdiri di podium sambil mengibarkan bendera Merah Putih, menandai kemenangan yang tidak hanya menjadi miliknya secara pribadi, tetapi juga milik seluruh rakyat Indonesia.

‎Prestasi tersebut menjadi simbol bahwa generasi muda Indonesia memiliki daya saing tinggi di tingkat global. Di tengah persaingan ketat dengan peserta dari berbagai negara, keduanya mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menyelesaikan soal-soal matematika berstandar internasional.

‎Keberhasilan tersebut sekaligus membawa nama Kabupaten Kuningan ikut bersinar di panggung dunia. Dari daerah, lahir talenta yang mampu menembus batas geografis dan mengukir prestasi gemilang.

‎Hj. Rini Sujiyanti menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan sang cucu dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan berani membawa nama Indonesia ke level yang lebih tinggi.

‎”Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaiannya. Ini semua tidak lepas dari kerja keras, doa, serta dukungan dari keluarga, sekolah, dan para pembimbingnya,” ujarnya, Jum’at, (17/4/2026).

‎Ajang olimpiade yang diikuti kedua cucunya merupakan kompetisi global yang mempertemukan pelajar-pelajar terbaik dari berbagai negara. Selain menguji kemampuan akademik, ajang tersebut juga menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat persatuan dan persaingan sehat antarbangsa.

‎Prestasi tersebut menjadi pengingat bahwa semangat belajar, kerja keras, dan rasa cinta tanah air dapat berjalan beriringan. Dari ruang kelas sederhana di kota kuda, Merah Putih kembali berkibar dengan bangga di panggung dunia.

‎”Mudah-mudahan prestasi ini menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya untuk terus belajar dan tidak takut bermimpi besar. Kami juga berharap prestasi ini dapat terus mengembangkan potensinya dan meraih prestasi-prestasi berikutnya,” tutupnya.

Baca Juga :  Uniku Gandeng ISI Surakarta, Siap Tancap Gas di Tri Dharma