
KUNINGAN – Kabar menggembirakan datang dari salah satu jemaah haji asal Kabupaten Kuningan yang sebelumnya tertinggal di Arab Saudi akibat kondisi kesehatan yang menurun.
Nursih Sumiarsih binti Suryadi, jemaah lansia asal Desa Cikadu, Kecamatan Nusaherang, kini dikabarkan menunjukkan perkembangan kesehatan yang semakin membaik setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Jeddah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa kondisi, Nursih saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu.
Salah satu perkembangan yang menggembirakan yakni jemaah tersebut telah kembali sadar dan terus mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan setempat.
“Alhamdulillah ada perkembangan bagus, posisinya sudah sadar,” ujarnya, Sabtu, (19/6/2026).
Meski demikian, Fauzi menjelaskan bahwa Nursih masih harus menjalani masa pemulihan hingga dinyatakan layak terbang oleh tim medis. Oleh karena itu, kepastian waktu pemulangan masih menunggu hasil evaluasi kesehatan yang dilakukan secara berkala.
Diketahui, Nursih merupakan satu-satunya jemaah dari total 445 jemaah dan petugas haji Kloter 8 KJT asal Kabupaten Kuningan yang belum dapat kembali ke tanah air bersama rombongan karena harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Terkait kemungkinan dipulangkan bersama Kloter 39, Fauzi berharap kondisi kesehatan Nursih terus membaik sehingga dapat segera kembali ke Indonesia. Namun, menurutnya, proses pemulangan tetap akan menyesuaikan rekomendasi medis serta ketersediaan kursi penerbangan.
“Mudah-mudahan. Yang jelas bisa dipulangkan di kloter mana saja bila sudah layak terbang dan tersedia seat-nya,” jelasnya.
Sementara itu, ia juga menyampaikan kabar baik mengenai kondisi jemaah haji Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam Kloter 39. Seluruh jemaah dilaporkan dalam keadaan sehat dan tengah menjalani rangkaian akhir ibadah haji sebelum bersiap kembali ke tanah air.
“Alhamdulillah dalam keadaan sehat. Lagi persiapan mau ke Madinah besok pukul 08.00 waktu Arab Saudi,” katanya.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Kloter 39 dijadwalkan tiba di Indonesia pada 29 Juni 2026 pukul 13.20 WIB. Setelah itu, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Kuningan dan diperkirakan tiba di Komplek KIC Kuningan sekitar pukul 17.00 WIB.
Keluarga dan masyarakat Kabupaten Kuningan pun terus berharap kondisi Nursih semakin pulih sehingga dapat segera menyusul rombongan lainnya kembali ke tanah air dengan selamat. Dukungan doa dari berbagai pihak menjadi harapan besar bagi kesembuhan jemaah lansia tersebut agar dapat berkumpul kembali bersama keluarganya di kampung halaman.




