KUNINGAN – Efisiensi anggaran daerah berimbas serius pada operasional Balai Benih Ikan (BBI) di Kabupaten Kuningan. Fasilitas vital penyuplai bibit ikan air tawar tersebut kini berada dalam kondisi memprihatinkan akibat terbatasnya dukungan alokasi pemeliharaan dan pengembangan.

Kondisi tersebut memantik keprihatinan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ika Siti Rahmatika. Politisi asal Daerah Pemilihan Jabar XIII ini menegaskan pentingnya penyelamatan BBI agar fungsinya sebagai pilar utama penopang perikanan budidaya dan roda ekonomi warga lokal tidak sampai melumpuh.

“BBI belum ada alokasi optimal mungkin ya, karena efisiensi anggaran kan semuanya juga butuh bantuan,” ujar Ika usai menyalurkan bantuan Benih ikan dan fasilitas budidaya di Dusun Cikopo Desa Cibinuang Kecamatan Kuningan, Kamis (13/8/2026).

Ika menilai, krisis pembiayaan pada BBI harus segera dicari pemecahannya. Sebab, BBI bukan sekadar sarana fisik pemerintah, melainkan simpul distribusi benih berkualitas yang menentukan keberlanjutan produktivitas ratusan pembudidaya ikan di Kuningan.

Ika juga memiliki kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kinerja kelembagaan dinas terkait apabila operasional BBI tidak berjalan secara optimal. Jika produksi benih terhenti, pasokan benih lokal akan terganggu dan memaksa pembudidaya menggantungkan kebutuhan dari luar daerah.

Merespons polemik tersebut, muncul usulan agar Pemerintah Kabupaten Kuningan turut aktif menyisir potensi pos anggaran lain yang dapat dialokasikan untuk pemulihan BBI. Namun, Ika menegaskan pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan daerah.

“Kalau Pak Bupati bisa, itu wilayah Pak Bupati. Kalau saya di sini mengawal dari tingkat provinsi. Insyaallah, saya sudah berbicara dengan Pak Kabid dan seluruh jajaran, mudah-mudahan tahun depan bisa dibantu,” tegas legislator Komisi II tersebut.

Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas tingkatan pemerintah menjadi kunci utama agar BBI tidak sekadar bertahan hidup dari sisa alokasi yang ada, tetapi mampu bangkit menjadi pusat perbenihan yang produktif dan mandiri.

“Saya ingin membantu BBI. Mudah-mudahan BBI ini bisa kembali berkontribusi nyata untuk kelangsungan perekonomian, serta menghidupkan kembali aktivitas budidaya di BBI itu sendiri,” pungkasnya. ***