
KUNINGAN – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, meninjau langsung lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kamis, (13/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi penanganan kebakaran sekaligus memastikan upaya antisipasi terus dilakukan agar api tidak meluas.
Dirinya sangat mengapresiasi sinergitas berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), TNI, PMI, hingga aparat pemerintahan desa.
”Ini ada musibah kebakaran di musim kemarau sekarang. Saya ucapkan terima kasih atas sinergitas BPBD, DLH untuk meminimalisir terjadinya kebakaran yang lebih luas,” ujar Nuzul saat meninjau lokasi
Menurutnya, meskipun lokasi TPSA berada cukup jauh dari permukiman penduduk, dampak asap yang ditimbulkan tetap menjadi perhatian. Asap pekat akibat kebakaran dinilai dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terlebih jika kondisi angin cukup kencang.
”Walaupun ini jauh dari penduduk, tapi asap yang ditimbulkan dari kebakaran memang cukup mengganggu kesehatan,” katanya.
Nuzul juga mengapresiasi kekompakan petugas dan berbagai pihak yang telah berada di lokasi selama dua hari untuk melakukan penanganan. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat proses pengendalian kebakaran.
Ia mengingatkan, kondisi musim kemarau dengan cuaca kering dan angin besar berpotensi membuat api semakin sulit dikendalikan dan merembet ke area lainnya.
”Mudah-mudahan ini bisa diantisipasi segera, karena di musim kemarau ini cukup berbahaya, apalagi angin besar, ini bisa merembet,” ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi, upaya pengurugan menggunakan tanah juga telah dilakukan pada sejumlah titik. Langkah tersebut, kata dia, dapat mampu meminimalisir potensi meluasnya kebakaran, terutama pada area yang masih berisiko terbakar.
”Upaya pengurugan tanah sudah dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kebakaran yang lebih luas lagi. Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan,” tuturnya.
Peninjauan Ketua DPRD Kuningan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap penanganan kebakaran TPSA Ciniru yang berlangsung di tengah kondisi musim kemarau. Selain persoalan pemadaman, dampak asap dan potensi perluasan api menjadi hal yang turut mendapat perhatian dalam penanganan di lapangan.




