KUNINGAN – Pelaksanaan retreat bagi kepala sekolah jenjang SMP di Kabupaten Kuningan mendapat dukungan dari anggota DPRD Kuningan Komisi IV, Nurcholis Mauludin Syah. Namun, ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tetap mengedepankan prinsip efisiensi anggaran dan tidak terjebak pada kegiatan seremonial.

Nurcholis menilai retreat memiliki tujuan positif untuk memperkuat sinergi, menyatukan visi dan misi pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah.

“Bagus, baik. Karena fungsi dan tujuan retreat itu menyatukan visi misi sekolah. Jadi bisa meningkatkan kualitas kepala sekolah dan meningkatkan nasionalisme terhadap pengabdian,” ujar Nurcholis, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, kepala sekolah merupakan figur strategis dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan di satuan pendidikan. Oleh karena itu, kata dia, penguatan kapasitas dan kepemimpinan kepala sekolah melalui kegiatan bersama dinilai penting, selama hasilnya dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing.

Meski demikian, Nurcholis, menyoroti aspek penggunaan anggaran. Ia meminta konsep dan tempat pelaksanaan retreat turut mempertimbangkan prinsip efisiensi.

“Kalau berbicara efisiensi, kita lihat juga apakah retreat ini bermewah-mewahan di hotel atau di tenda. Kalau di tenda, di barak, seperti camping, tentu lebih bagus. Tapi kalau di hotel, ya sama saja seperti pindah tidur hotel,” katanya.

Ia menegaskan, dukungan terhadap retreat bukan berarti mengesampingkan efektivitas penggunaan anggaran. Menurutnya, kegiatan tersebut harus memiliki manfaat yang sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan pemerintah.

Nurcholis juga berharap retreat tidak berhenti pada pertemuan dan pembekalan semata. Para kepala sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut harus mampu membawa hasil diskusi maupun pembelajaran untuk diterapkan di lingkungan sekolah.

“Harapannya peserta retreat ini bisa mengimplementasikan hasilnya ke sekolah masing-masing. Kepala sekolah bisa mengumpulkan guru-guru dan menyampaikan hasil retreat, sehingga dampaknya positif bagi sekolah dan dunia pendidikan di Kuningan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, konsep retreat pada dasarnya ditujukan kepada para pemimpin atau orang yang menjadi kepala dalam sebuah organisasi. Oleh jarena itu, menurutnya, kepala sekolah dinilai menjadi pihak yang tepat untuk mengikuti kegiatan tersebut, kemudian meneruskan hasilnya kepada para guru.

“Retreat itu sebenarnya yang diambil adalah kepala-kepalanya. Kepala sekolah selesai retreat, kemudian hasilnya disampaikan kepada guru-guru di sekolah masing-masing,” jelasnya.

Menurut Nurcholis, apabila hasil retreat mampu diterapkan secara nyata, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antar kepala sekolah SMP sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

“Intinya, kalau saya melihat retreat itu baik dan bagus karena tujuannya bagus. Mudah-mudahan peserta retreat ini bisa mengimplementasikan hasilnya ke sekolah masing-masing,” tutupnya.