
KUNINGAN – Setelah melalui perjuangan panjang dan penantian penuh harap, keluarga almarhum Jamil, warga Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, akhirnya mendapatkan kabar baik.
Jamil meninggal dunia di Laos dan dijadwalkan dipulangkan ke Tanah Air pada 4 November 2026 melalui layanan kargo. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, jenazah diperkirakan tiba di Kabupaten Kuningan pada 5 atau 6 November 2026. Jadwal tersebut masih menyesuaikan kelancaran perjalanan serta penyelesaian proses administrasi dan pengiriman.
Kabar tersebut menjadi angin segar sekaligus menghadirkan kelegaan bagi keluarga yang selama ini berjuang agar jenazah almarhum bisa kembali ke kampung halaman dan dimakamkan secara layak.
Perwakilan keluarga, Iyah Syamsiyah, bersyukur atas perkembangan informasi tersebut. Ia menyebut kepastian jadwal pemulangan menjadi harapan besar bagi keluarga setelah melewati masa sulit dan penuh ketidakpastian.
“Alhamdulillah, penantian kami mulai mendapat kepastian. Sesuai informasi yang kami terima, jenazah almarhum dijadwalkan diberangkatkan dari Laos pada 4 November. Insya Allah, tanggal 5 atau 6 November sudah sampai di Kuningan. Mohon doa agar seluruh prosesnya berjalan lancar,” ungkap Iyah, Selasa, (3/11/2026).
Di balik kabar baik tersebut, keluarga tidak lupa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perjuangan pemulangan jenazah Jamil.
Secara khusus, keluarga memberikan penghargaan kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Laos, serta Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, yang dinilai telah memberikan bantuan dan pendampingan dalam proses pengurusan kepulangan jenazah.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat luas yang telah memberikan doa, bantuan materi, perhatian, dan dukungan moril kepada keluarga sejak kabar duka tersebut diterima.
“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Kemenlu, KBRI Laos dan khususnya kepada Ibu Rieke Diah Pitaloka yang telah membantu dan mendampingi perjuangan kami agar jenazah almarhum bisa dipulangkan. Terima kasih juga kepada seluruh warga masyarakat yang terus mendoakan dan memberikan dukungan. Semua itu sangat berarti bagi keluarga kami,” tuturnya.
Menurut informasi yang diterima keluarga, Rieke Diah Pitaloka juga direncanakan turut mengantar jenazah hingga ke Kuningan. Namun, kepastian kehadiran dan waktu kedatangannya masih menunggu perkembangan jadwal pemulangan.
Bagi keluarga, kepulangan Jamil bukan sekadar perjalanan jenazah dari luar negeri menuju kampung halaman. Lebih dari itu, kepulangan tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga untuk memberikan penghormatan terakhir, melepas kepergian almarhum, serta memakamkannya di tanah kelahirannya.
Di tengah rasa syukur atas kabar pemulangan tersebut, keluarga berharap peristiwa yang menimpa Jamil menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keinginan bekerja atau bepergian ke luar negeri.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar, terlebih jika tujuan keberangkatan, jenis pekerjaan, perusahaan, serta pihak yang bertanggung jawab tidak jelas.
Ia meminta masyarakat untuk lebih teliti mencari informasi, memastikan legalitas pekerjaan, serta mendiskusikan setiap rencana keberangkatan bersama keluarga. “Cukuplah kejadian yang menimpa keluarga kami menjadi pelajaran bersama. Jangan mudah tergoda janji gaji besar atau ajakan berangkat apabila tujuan dan pekerjaannya tidak jelas. Periksa dahulu informasinya, bicarakan dengan keluarga, dan pastikan melalui jalur resmi,” pesannya.
Saat ini, keluarga masih menunggu konfirmasi lebih lanjut mengenai kepastian waktu kedatangan jenazah dan pelaksanaan pemakaman di Kuningan.
Keluarga pun memohon doa dari seluruh masyarakat agar rangkaian proses pemulangan dari Laos hingga tiba di kampung halaman berjalan lancar tanpa kendala.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli. Semoga Allah membalas segala kebaikan yang diberikan. Kami mohon doa agar almarhum diampuni segala kesalahannya, mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga diberi ketabahan,” tutupnya.***




