
KUNINGAN – Audiensi puluhan mahasiswa dari Universitas Kuningan (Uniku) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan diwarnai insiden mati lampu yang terjadi berulang kali di tengah jalannya diskusi, Jumat (19/6/2026).
Pantauan di lokasi, pemadaman listrik pertama terjadi sekitar pukul 14.16 WIB dan berlangsung kurang lebih tiga menit. Tak lama setelah aliran listrik kembali normal, lampu kembali padam untuk kedua kalinya dengan durasi yang hampir sama. Meski demikian, audiensi tetap dilanjutkan setelah kondisi kembali normal.
Dalam audiensi tersebut hadir Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, bersama sejumlah anggota dewan lainnya, di antaranya Saw Tresna, Toto Tohari, Harnida Darius Haryanto, serta perwakilan dari berbagai fraksi di DPRD Kuningan.
Di hadapan para mahasiswa, Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, menjelaskan posisi dan kewenangan DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah sekaligus representasi masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi publik.
“DPRD ini merupakan unsur penyelenggara pemerintahan. Dewan hadir sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kewenangan DPRD di daerah juga berbeda dengan kewenangan di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Nuzul.
Dalam forum tersebut, mahasiswa mengangkat sejumlah isu yang dinilai strategis, terutama isu-isu nasional yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sebagian peserta audiensi berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran apabila tidak disertai pengawasan yang optimal.
Selain membahas program MBG, diskusi juga menyinggung berbagai kebijakan pemerintah yang menjadi perhatian kalangan mahasiswa. Suasana audiensi berlangsung dinamis dengan penyampaian pandangan dan kritik dari peserta yang hadir.
Meski sempat terganggu akibat padamnya listrik sebanyak dua kali, kegiatan audiensi tetap berjalan dan tidak mengurangi antusiasme mahasiswa maupun anggota DPRD dalam berdialog.




