
CIKALPEDIA — Memeriksa kondisi ban sepeda motor tidak cukup cuma sebatas melihat ketebalan kembangan atau memastikan permukaannya belum kempis. Tekanan angin yang tepat justru menjadi kunci utama yang menentukan kenyamanan, stabilitas kemudi, hingga usia pakai ban itu sendiri.
Sayangnya, kebanyakan pengendara baru sadar ada masalah pada tekanan angin saat laju motor terasa berat, setang sulit dikendalikan, atau profil ban terlihat melebar. Padahal, membiasakan diri mengecek tekanan angin secara rutin bisa mencegah keausan dini sekaligus mengantisipasi potensi bahaya di jalan raya.
Dampak Tekanan Angin Tidak Pas
- Terlalu Rendah (Under-Inflation): Kondisi ini memaksa dinding ban bekerja ekstra keras dan memicu panas berlebih saat kendaraan melaju. Alhasil, ban akan lebih cepat aus di sisi samping (bahu ban).
- Terlalu Tinggi (Over-Inflation): Tekanan berlebih mengurangi area kontak ban dengan aspal. Efeknya, suspensi terasa keras, motor gampang membal, dan bagian tengah ban aus tidak merata.
“Langkah paling ideal adalah mengukur tekanan angin saat ban dalam kondisi dingin—sebelum motor digunakan atau setelah berhenti lama. Panas akibat gesekan selama perjalanan bisa membuat pembacaan angka tekanan jadi tidak akurat,” tulis panduan teknis perawatan kendaraan.
Gunakan Alat Ukur dan Cermati Kondisi Fisik Ban
Untuk mendapatkan hasil yang akurat, sebaiknya gunakan alat pengukur tekanan ban (tire pressure gauge). Hindari kebiasaan mengira-ngira tekanan angin hanya dengan menekan ban memakai tangan atau kaki.
Sesuaikan angka pengukuran dengan rekomendasi pabrikan yang tertera pada stiker lengan ayun (swingarm) atau buku manual. Perlu diingat, tekanan ban depan dan belakang biasanya berbeda, terlebih jika motor sering digunakan untuk berboncengan atau membawa beban berat.
Selain memeriksa tekanan udara, cek juga kondisi fisik ban secara berkala. Pastikan Anda mencermati tiga hal penting berikut:
- Kedalaman Alur Ban: Pastikan kembangan ban belum tergerus sampai batas Tread Wear Indicator (TWI) agar cengkeraman di jalan basah tetap optimal.
- Dinding dan Pentil Ban: Periksa apakah ada retakan, benjolan, atau kebocoran halus di area pentil dan valve core.
- Benda Asing Tertancap: Jika menemukan paku atau serpihan logam yang tertancap pada permukaan ban, jangan langsung mencabutnya sendiri. Biarkan tetap menancap dan segera bawa motor ke bengkel atau tukang tambal ban terdekat agar udara tidak langsung habis seketika.
Menerapkan kebiasaan sederhana—seperti menghindari lubang jalanan dengan kecepatan tinggi serta rutin mengukur tekanan angin sebelum perjalanan jauh—merupakan cara paling efisien untuk memperpanjang umur ban dan menjaga keselamatan Anda di jalan.***
Sumber: Berbagai Sumber




