Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Napak Tilas

Banyak yang Tidak Tahu, Fadli Zon Segera Sulap Gedung Sutan Syahrir di Kuningan

Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon (berkalung slendang) memantau kondisi Gedung Sutan Syahrir yang terbengkalai. Kunjungan, Jumat (3/4/2026) tersebut memastikan gedung tersebut bakal segera direvitalisasi.

KUNINGAN – Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, meninjau Gedung Sutan Syahrir yang berada di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Jumat (3/4/2026). Kunjungan dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian situs bersejarah nasional.

Gedung Syahrir tersebut belum banyak dikenal di lapisan masyarakat Kuningan. Jika bicara tentang perundingan Linggarjati, yang menjadi rujukan hanya gedung naskah di Desa Linggarjati. Sementara, Gedung Syahrir berada di sebelah kanan jalan dari pertigaan Hotel Ayong ke arah Bandorasa Kulon atau sebaliknya, di sebelah kiri dari Desa Bandorasa Kulon menuju Linggarjati.

Pada kesempatan itu, Fadli Zon, menekankan pentingnya revitalisasi karena bangunan tersebut memiliki nilai historis tinggi dalam perjalanan diplomasi awal Indonesia pascakemerdekaan.

Gedung itu pernah menjadi tempat tinggal Sutan Syahrir saat berlangsungnya Perundingan Linggarjati pada November 1946. Keberadaannya memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Dari lokasi tersebut, Syahrir menjalankan aktivitasnya selama proses perundingan yang menjadi tonggak diplomasi Indonesia menghadapi upaya Belanda untuk kembali menguasai tanah air.

Anak buah Prabowo itu menjelaskan, rumah tersebut bukan sekedar bangunan biasa, melainkan saksi bisu berbagai aktivitas penting, mulai dari tempat beristirahat para tokoh hingga lokasi berkumpulnya para perunding, termasuk Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Bahkan, lanjutnya, sejumlah tokoh asing seperti Hubertus van Mook dan Lord Killearn juga disebut pernah berada di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Warga Kedungarum Protes Pengeboran Sumur Grand Amelia: "Air Kami Semakin Menipis!"