KUNINGAN – Kerjasama Perumda Aneka Usaha Daerah (PDAU) Kuningan dengan PT Rumah Tani salah satunya merencanakan Rumah Sayur. Program itu menjadi upaya memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Kuningan.

Kerjasama itu dilaksanakan Rabu, (1/4/2026) di Ruang Kerja Bupati Kuningan. Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak dan disaksikan oleh Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) PDAU Kuningan.

Direktur PDAU Kuningan, Adang Kurniawan menyampaikan, keberadaan Rumah Sayur diharapkan menjadi solusi kongkrit bagi para petani yang selama ini kerap mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil panennya. Melalui konsep itu, petani akan memiliki ruang distribusi yang lebih jelas, cepat, dan terkoordinasi.

“Dengan adanya Rumah Sayur, petani tidak lagi kesulitan. Mereka punya tempat untuk menyimpan dan menyalurkan hasil panen. Proses distribusinya juga lebih singkat karena terpusat di satu lokasi,” kata Adang saat meninjau bangunan Rumah Sayur.

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan Rumah Tani akan memperkuat koordinasi di lapangan, termasuk dalam pengumpulan dan penyaluran hasil pertanian. Petani nantinya cukup mengirimkan hasil panen ke Rumah Sayur, sehingga lebih praktis dan efisien.

Selain menguntungkan petani, program tersebut juga diyakini berdampak positif bagi masyarakat luas. Menurutnya, harga pangan dipastikan lebih kompetitif karena rantai distribusi yang lebih pendek, bahkan beberapa komoditas berpotensi dijual lebih murah karena langsung dari petani.

“Insyaallah harga pangan akan lebih terjangkau. Karena ini langsung dari petani, masyarakat juga diuntungkan dengan harga yang lebih kompetitif,” jelasnya.

Rumah Sayur sendiri akan memanfaatkan aset milik Perumda yang selama ini tidak digunakan. Dalam waktu dekat, bangunan tersebut akan segera dirapikan sebelum mulai beroperasi. Adapun bangunan tersebut berada di Kelurahan Cirendang, Kecamatan Kuningan, tepatnya di sekitar Taman Cirendang, kurang lebih 100 meter dari Kantor PDAU Kuningan.

“Mulai minggu depan kita lakukan perapihan, diperkirakan tiga sampai empat minggu selesai. Targetnya awal Mei Rumah Sayur sudah bisa dibuka,” jelasnya.

Sementara itu, Rinneka Wati Soelaeman, selaku Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda  Kuningan mendorong langkah yang dilakukan oleh PDAU. Menurutnya, kehadiran Rumah Sayur merupakan langkah strategis dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor pertanian.

“Pastinya kami mendorong, ini hal positif untuk membantu petani lokal,” ujarnya.

Selain itu, Ia juga menyoroti petani yang hingga saat ini menjual hasil tani ke luar daerah. Menurutnya, kondisi tersebut kerap membuat pasokan di daerah sendiri menjadi terbatas, sehingga berdampak pada harga yang kurang stabil di tingkat lokal.

“Kalau petani banyak menjual ke luar daerah, tentu ketersediaan di dalam daerah jadi berkurang. Ini yang ingin kita atur, agar kebutuhan lokal tetap terpenuhi dengan baik,” jelasnya. (Icu)