
KUNINGAN – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Kabupaten Kuningan periode 2026-2031 menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Ketua BAZNas Kuningan yang baru dilantik, Yusron Kholid, mengakui bahwa optimalisasi zakat ASN masih menjadi tantangan yang tidak hanya dihadapi Kabupaten Kuningan, tetapi juga banyak daerah lainnya di Indonesia.
“Saya kira di kabupaten dan kota lain juga semua seperti itu, kita memerlukan waktu dan proses. Insyaallah dengan pendekatan sosialisasi dan literasi yang optimal, kita akan mendapatkan nilai manfaat dari para muzaki untuk berzakat. Kami siap lahir dan batin untuk menjalankan amanah ini,” ujar Yusron usai pelantikan di Teras Pendopo Kuningan, Rabu (24/6/2026).
Yusron didampingi empat wakil ketua lainnya, yakni Syarifudin sebagai Wakil Ketua I, Asep Z Fauzi sebagai Wakil Ketua II, Adang Romadona sebagai Wakil Ketua III, dan Abdul Jalil Hermawan sebagai Wakil Ketua IV.
Menurut Yusron, modal utama dalam menjalankan roda organisasi adalah kekompakan dan kebersamaan antar pimpinan. Pihaknya bersyukur karena kekompakan dan soliditas pimpinan BAZNas sudah terbangun sejak awal.
“Lima pimpinan ini chemistrynya sudah terbangun. Saya paling tua dan saya wajib membimbing adik-adik saya karena saya yang paling sepuh,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, berharap kepemimpinan baru BAZNas mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru dalam meningkatkan penghimpunan zakat dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Sekretaris Daerah telah melakukan pembahasan khusus terkait strategi optimalisasi pengumpulan zakat, terutama dari kalangan ASN.
“Saya juga mengevaluasi, dan mudah-mudahan pimpinan BAZNas ini ada terobosan-terobosan yang baru. Kemarin kita sudah berdiskusi dengan Pak Sekda bagaimana caranya agar pengumpulan zakat ini dioptimalkan, khususnya para PNS. Masih dikejar dan dibuat target, mudah-mudahan ada perubahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, BAZNas bukan sekedar lembaga pengelola zakat, melainkan mitra strategis pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
“BAZNas itu tangan kiri, SKPD tangan kanan. BAZNas memiliki fungsi yang fundamental dalam membantu masyarakat ketika mendapatkan musibah, mensejahterakan masyarakat, dan mendukung pengentasan kemiskinan,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru dan dukungan pemerintah daerah, BAZNas Kuningan diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan zakat sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat, sehingga keberadaannya semakin dipercaya dan dirasakan langsung oleh warga Kabupaten Kuningan.




