Dukungan juga datang dari sektor kelautan dan perikanan. Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Febrina Estuningtyas, menilai potensi ikan sebagai sumber protein masih belum dimanfaatkan secara maksimal dalam program-program pangan.
“Ikan laut dan ikan budidaya merupakan sumber protein berkualitas. Jika diolah dengan baik, bisa menjadi menu MBG yang sehat dan terjangkau,” ujarnya.
Menurut Febrina, kemampuan UMKM mengolah ikan menjadi produk siap masak atau tahan simpan membuka peluang ekonomi baru. Selain mendukung program gizi nasional, pengolahan ikan juga dapat meningkatkan nilai tambah hasil perikanan lokal.
Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur menyoroti pentingnya jaminan mutu pangan segar. Pudjiati Ningsih, perwakilan dinas tersebut, mengatakan bahwa keamanan pangan menjadi fondasi utama dalam penyediaan menu MBG.
“Pangan segar yang terjamin kualitas dan keamanannya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Program ini harus memastikan makanan yang dikonsumsi tidak hanya bergizi, tetapi juga aman,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, BGN berharap masyarakat dan UMKM di Surabaya semakin siap menjadi bagian dari rantai pasok Program MBG. Pemerintah menargetkan keterlibatan pelaku usaha lokal dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ke depan, model pelatihan serupa direncanakan diperluas ke daerah lain. Dengan memperkuat kapasitas masyarakat sejak hulu hingga hilir, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi program bantuan sosial, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan ekonomi dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (Frans)
