CIKALRAMADHAN – Pertanyaan tentang libur puasa anak sekolah kembali mengemuka menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Di grup WhatsApp orang tua murid, di kolom komentar media sosial, hingga di ruang-ruang obrolan informal, satu pertanyaan terus berulang, apakah anak sekolah benar-benar libur di hari-hari pertama puasa, atau hanya mengalami penyesuaian jam belajar?
Hingga awal Februari 2026, pemerintah pusat memang belum menerbitkan edaran resmi pembelajaran Ramadan. Namun bagi orang tua yang jeli, pola libur awal puasa sebenarnya sudah bisa dibaca dari kalender pendidikan daerah, terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Polanya berbeda, tapi benang merahnya sama yaitu sekolah memberi ruang adaptasi di awal Ramadan.
Di DKI Jakarta, jadwal terlihat paling jelas. Mengacu pada Kalender Pendidikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, siswa dijadwalkan libur sehari sebelum puasa dan dua hari di awal Ramadan. Tahun ini, momentum tersebut beririsan dengan libur nasional Imlek. Senin, 16 Februari 2026, ditetapkan sebagai cuti bersama Imlek, disusul Selasa, 17 Februari sebagai libur nasional. Jika digabung dengan kebijakan libur sebelum dan awal puasa, maka anak sekolah di DKI diperkirakan menikmati rentang libur dari 16 hingga 20 Februari 2026.
Rentang lima hari ini mencakup libur nasional, libur sebelum puasa, dan dua hari pertama Ramadan. Bagi sebagian orang tua, ini menjadi kesempatan menyiapkan anak beradaptasi dengan pola sahur dan puasa tanpa tekanan sekolah. Namun bagi yang lain, muncul kekhawatiran soal ritme belajar yang terputus terlalu lama.
Berbeda dengan DKI, Jawa Barat tidak secara eksplisit mencantumkan istilah “libur awal puasa” dalam kalender pendidikannya. Namun jadwal menunjukkan potensi libur beruntun di kisaran 20–23 Februari 2026. Selama ini, Jawa Barat dikenal menerapkan pola adaptasi awal Ramadan yaitu pengurangan jam pelajaran, kegiatan tadarus, dan pesantren kilat.
Karena awal Ramadan 2026 berdekatan dengan Imlek, siswa di Jawa Barat sangat mungkin merasakan efek libur panjang di pekan ketiga Februari. Meski tidak disebut sebagai libur total, praktik di lapangan sering kali memberi kelonggaran aktivitas belajar di hari-hari pertama puasa.
Yang paling rinci justru datang dari Jawa Timur. Dalam Kalender Pendidikan Satuan Pendidikan Provinsi Jawa Timur Tahun Pelajaran 2025/2026, aturan pembelajaran Ramadan diatur secara detail. Pada Bab VIII disebutkan bahwa kegiatan permulaan puasa ditetapkan dua hari sebelum 1 Ramadan dan dua hari pertama Ramadan 1447 Hijriah.
Total ada empat hari khusus di awal puasa. Namun ini bukan libur tanpa aktivitas. Dalam ketentuannya, siswa tidak masuk sekolah, tetapi tetap menjalani pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah. Dengan kata lain, anak belajar di rumah, bukan berlibur sepenuhnya.
Aturan ini memberi ruang adaptasi fisik dan psikologis bagi siswa yang baru menjalani puasa, tanpa memutus proses belajar. Sekolah bahkan diberi kewenangan menetapkan hari efektif fakultatif. Jika hari tersebut dinyatakan efektif, pembelajaran tetap berlangsung di sekolah dengan durasi jam pelajaran yang disesuaikan Ramadan.
Fokus kegiatan Ramadan di Jawa Timur juga ditegaskan pada penguatan iman, takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Polanya sangat mirip pesantren kilat, tetapi dengan payung regulasi yang lebih sistematis.
Tradisi adaptasi di awal puasa sejatinya bukan hal baru. Sejak lama, sekolah memberi kelonggaran di hari-hari pertama Ramadan agar siswa menyesuaikan ritme tubuh dan konsentrasi. Setelah masa adaptasi, pembelajaran kembali berjalan dengan jam yang lebih singkat dan kegiatan keagamaan yang diperkuat.
Libur panjang justru terjadi di akhir Ramadan. Mengacu pada SKB Tiga Menteri, akhir Ramadan 2026 berdekatan dengan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Nyepi jatuh pada 18–19 Maret 2026, disusul rangkaian cuti bersama dan Idul Fitri pada 20–24 Maret. Kombinasi ini membuat libur akhir puasa jauh lebih panjang dibanding awal Ramadan.
Meski edaran pusat belum terbit, polanya sudah terlihat. DKI diperkirakan libur 16–20 Februari, Jawa Barat sekitar 20–23 Februari, sementara Jawa Timur menerapkan empat hari adaptasi belajar mandiri. Bagi orang tua, informasi ini setidaknya bisa menjadi pegangan awal untuk menyiapkan pendampingan anak di hari-hari pertama Ramadan menjaga keseimbangan antara ibadah, istirahat, dan proses belajar yang tetap berjalan. (red)
