“Rehabilitasi adalah jalan kemanusiaan. Kami juga melibatkan masyarakat dengan melatih 10 agen pemulihan yang punya kompetensi teknis, agar proses ini berkelanjutan,” ucapnya.
Layanan pascarehabilitasi juga terus diperkuat. Sebanyak 20 orang telah mengikuti tahapan tersebut. Selain itu, pelayanan SKHPN (Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika) mencapai 110 persen dari target, dengan total 165 orang dilayani.
Agus menekankan, pencapaian ini tidak akan berhenti sampai di sini. Ke depan, kolaborasi menjadi kata kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih dari narkoba.
“Dengan semangat kolaboratif, kami optimistis Kuningan bisa menjadi contoh daerah yang bebas narkoba dan mendukung pembangunan manusia yang sehat dan produktif,” kata Agus. (ali)
