Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Bupati Dian Ajak Masyarakat Untuk Menjaga Lingkungan

Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar

KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan kehidupan.

‎Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri tradisi Hajat Bumi yang digelar masyarakat Desa Cikeleng, Kecamatan Japara, Kamis (16/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pemakaman Manangga (Astana Desa Cikeleng) itu diikuti warga dengan penuh khidmat, membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur.

‎Bupati Dian menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Hajat Bumi selaras dengan upaya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Ia menilai, kearifan lokal tersebut harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

‎“Tradisi ini mengajarkan kita untuk hidup selaras dengan alam. Apa yang kita jaga hari ini akan menentukan kehidupan kita ke depan,” ujarnya.

‎Ia juga mengingatkan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan yang perlu disikapi bersama. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan saluran air, menurutnya, dapat berdampak pada kerusakan lingkungan hingga mengganggu infrastruktur desa.

‎Selain itu, pihaknya menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan ruas jalan yang menghubungkan Wano, Cikeleng hingga Cengal sepanjang sekitar 4,7 kilometer. Ia berharap pembangunan tersebut dapat mendukung aktivitas masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian.

‎Meski demikian, ia menekankan bahwa pembangunan fisik harus diiringi dengan kesadaran menjaga lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

‎“Pembangunan tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan kepedulian. Mari kita jaga bersama lingkungan kita,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kuwu Desa Cikeleng, Rukmana, menyampaikan bahwa tradisi Hajat Bumi merupakan bagian dari identitas desa yang terus dijaga. Selain sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan serta menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat.

‎“Harapan kami, tradisi ini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dimaknai dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga lingkungan,” harapnya.

Baca Juga :  Awak Bus di Kuningan Bersih Narkoba, Armada 'Luragung Cs' Dinyatakan Laik Jalan

Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi