KUNINGAN – Suasana haru menyelimuti pelataran Masjid At-Taufiq Kuningan Islamic Center (KIC) pada Selasa subuh (19/5/2026). Di bawah temaram lampu fajar, ratusan jemaah calon haji asal Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 39 resmi dilepas oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.

Pelepasan yang berlangsung khidmat pasca-salat Subuh berjamaah ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tuti Andriani, SH. M.Kn, Sekretaris Daerah Uu Kusmana, S.Sos, M.Si, serta jajaran unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan. Tepat pukul 05.00 WIB, iring-iringan bus yang membawa para jemaah bertolak menuju Embarkasi Indramayu dengan pengawalan ketat tim Patwal, ambulans, dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Ketua PPIH Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin, S.Pd., memaparkan bahwa Kloter 39 kali ini berkekuatan 243 jemaah. Mereka merupakan jemaah gabungan yang berasal dari empat Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), yaitu Syiarul Islam, Darul Ulum, Nurul Huda, dan As Syahiriyah. Di embarkasi nanti, mereka akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Subang, Majalengka, dan Cirebon.

Menariknya, ada perubahan pola operasional yang signifikan pada pemberangkatan kloter ini dibandingkan kloter-kloter sebelumnya. “Khusus jemaah Kloter 39 tidak menginap di asrama haji. Setelah tiba di Embarkasi Indramayu sekitar pukul 07.00 WIB, jemaah hanya menjalani pemeriksaan akhir oleh PPIH Embarkasi,” jelas Emup.

Usai proses skrining final selesai, rombongan langsung diarahkan menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Berdasarkan jadwal resmi, pesawat dengan nomor penerbangan SV 5403 yang membawa rombongan ini dijadwalkan lepas landas pada pukul 15.45 WIB, dan diproyeksikan kembali ke tanah air pada 29 Juni 2026. Untuk menjamin keselamatan, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan sebelumnya telah melakukan uji kelaikan armada bus serta pemeriksaan kesehatan para sopir.

Sebelum kibasan bendera start pelepasan bus dimulai, Bupati Dian Rachmat Yanuar memberikan wejangan taktis kepada para jemaah. Mengingat dinamika cuaca dan padatnya ritual ibadah di Arab Saudi, faktor fisik menjadi sorotan utama sang bupati. Ia meminta jemaah disiplin mengatur pola makan, waktu istirahat, dan ritme stamina.

Lebih dari sekadar fisik, Dian menitipkan pesan sosiologis yang mendalam mengenai pentingnya solidaritas kelompok selama di perantauan spiritual tersebut.

“Kami titip kekompakan dan kebersamaan. Ikatannya harus kuat, saling memperhatikan, saling membantu, silih asah, silih asih, silih asuh. Ini harus ditingkatkan, jangan jalan sendiri-sendiri,” tegas Dian.

Di penghujung arahannya, ia meminta para jemaah menyelipkan doa khusus di tempat-tempat mustajab agar Kabupaten Kuningan senantiasa dilimpahi kedamaian, keberkahan, kemakmuran, serta dijauhkan dari marabahaya. Ia juga mengapresiasi kinerja Kementerian Agama, tim medis, dan aparat keamanan yang sukses mengawal jalannya pemberangkatan, menyusul suksesnya pemberangkatan 439 jemaah Kloter 08 pada 26 April lalu. ***