KUNINGAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintah pusat kini tengah mendapat ujian relevansi di tingkat akar rumput, khususnya saat memasuki bulan suci Ramadan. Dalam kunjungan pengawasan yang dilakukan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ika Siti Rahmatika, SE., di wilayah Windusengkahan Kecamatan Kuningan, Jumat (20/2/2026), warga melontarkan kritik membangun agar teknis distribusi program tersebut tidak berujung pada kemubaziran.
Persoalan utama yang mencuat adalah waktu pembagian makanan. Selama ini, skema MBG dirancang untuk penyediaan makanan siap konsumsi pada siang hari. Namun, bagi masyarakat Kuningan yang mayoritas menjalankan ibadah puasa, pembagian nasi kotak atau makanan siap saji di terik matahari dinilai sangat tidak efektif dan rawan terbuang sia-sia.
Kesempatan itu, warga mengusulkan agar pemerintah lebih fleksibel dalam mengeksekusi program nasional ini selama Ramadan. Alih-alih membagikan makanan matang di siang hari, masyarakat berharap bantuan dialihkan menjadi paket bahan pangan kering atau sembako bergizi.
“Menyalurkan makanan siap saji pada siang hari saat orang berpuasa itu kurang bijak. Risikonya makanan bisa basi sebelum waktu berbuka tiba, atau malah tidak termakan sama sekali. Ini kan sayang, uang negara jadi mubazir,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat saat berdialog dengan Ika Siti Rahmatika.
