KUNINGAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan terus mendorong percepatan program revitalisasi sekolah dasar. Tahun 2026 ini, sebanyak 164 SD diusulkan untuk memperoleh bantuan revitalisasi, dengan 55 sekolah dipastikan menjadi penerima pada tahap awal melalui berbagai skema pendanaan.

‎Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kuningan, Surya, mengatakan proses penentuan penerima revitalisasi mengacu pada dua jalur, yakni jalur teknokrasi dan jalur aspirasi. Meski demikian, aspek teknokrasi tetap menjadi prioritas utama sehingga validitas data sekolah menjadi faktor penentu.

‎”Teman-teman yang ingin mendapatkan program revitalisasi, Dapodik-nya harus benar-benar valid. Itu menjadi dasar utama dalam proses pengusulan,” ujarnya, Kamis, (9/7/2026).

‎Dari total 164 SD yang diajukan melalui jalur reguler, sebanyak 40 sekolah telah masuk daftar penerima pada tahap pertama dari kementerian. Selain itu, terdapat 15 sekolah lainnya yang memperoleh revitalisasi melalui jalur aspirasi, terdiri dari delapan sekolah yang telah berjalan dan tujuh sekolah yang sedang dalam proses.

‎”Jadi total untuk tahun ini, pada tahap pertama, insyaallah ada 55 sekolah yang menerima revitalisasi. Harapannya tentu seluruh 164 sekolah yang kami usulkan bisa terealisasi,” katanya.

‎Surya menjelaskan, peluang tambahan penerima masih terbuka apabila pemerintah pusat kembali membuka kuota pada tahap berikutnya. Namun, pihaknya masih menunggu perkembangan karena proses usulan untuk program revitalisasi tahun 2027 masih berlangsung.

‎Saat ini, Disdikbud Kuningan juga tengah mempersiapkan usulan revitalisasi untuk tahun anggaran 2027. Sebanyak 356 sekolah telah masuk dalam proses pengusulan yang dijadwalkan rampung pada 31 Oktober 2026.

‎Ia mengingatkan seluruh kepala sekolah agar tidak menunda pemenuhan persyaratan administrasi, termasuk kelengkapan data Dapodik, dokumen pendukung, hingga unggahan foto kondisi bangunan sesuai ketentuan.

‎”Kami mengimbau kepala sekolah segera melengkapi persyaratan dan tidak menunggu sampai batas akhir. Semakin cepat diselesaikan, semakin baik proses verifikasinya,” ujarnya.

‎Untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi, pihaknya berencana turun langsung ke sekolah-sekolah pada pertengahan Juli bersama tim dari PUPR dan tenaga konsultan. Pendampingan tersebut difokuskan pada pembenahan data Dapodik sekaligus memastikan kondisi fisik bangunan sesuai dengan persyaratan program revitalisasi.