”Dari hasil kemarin, sampel yang sudah diambil akibat keracunan ternyata hasilnya positif bakteri cereus, tetapi kemarin menu ayam kecap yang diduga penyebab keracunan ternyata negatif, yang positif bakteri justru ada di sampel nasi,” ujarnya.
Setelah diketahui penyebab keracunannya, pihaknya langsung memerintahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan untuk segera mengambil langkah lanjutan yakni mengevaluasi secara total dapur SPPG yang sempat diberhentikan.
”Kami sudah memerintahkan kepada dinas kesehatan untuk membuat rekomendasi terkait dengan apa saja perbaikan yang harus dilakukan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kepada dapur yang sudah beroperasi untuk segera melakukan pelatihan sebagai upaya salah satu syarat untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
”Sekarang kan sedang masif pelatihan untuk penjamah pangan atau relawan MBG, ini bentuk upaya antisipasi hal yang kemarin di Luragung supaya tidak terjadi lagi,” ujarnya.
SPPG yang berkaitan dengan keracunan di Luragung itu, menurut Wahyu, dapur tersebut tidak berpotensi untuk ditutup secara total dan hanya dievaluasi oleh dinas kesehatan melalui rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinkes sebagai peringatan untuk tidak terulang kembali.
”Tidak (ditutup), makanya dari dinas kesehatan ada rekomendasi-rekomendasi agar tidak terulang kembali kejadian keracunan itu. Misalnya, area dapur harus terhindar dari lalat dan itu pentingnya dapur harus mendapatkan SLHS,” pungkasnya. (Icu)
previous post
Related posts
- Comments
- Facebook comments
