KUNINGAN – Bursa calon Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan mulai menjadi perhatian menjelang pergantian kepengurusan periode berikutnya. Dua nama perempuan, Hj. Ela Helayati dan Hj. Ika Siti Rahmatika, dikaitkan dengan dinamika calon pemimpin organisasi kemanusiaan tersebut.

Namun, kepastian pencalonan keduanya masih menunggu proses musyawarah yang menjadi forum penentuan kepengurusan PMI Kabupaten Kuningan berikutnya.

Humas PMI Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, mengatakan musyawarah semula direncanakan berlangsung pada 16 November 2026. Akan tetapi, agenda tersebut belum bisa dipastikan karena masih menunggu penyelesaian kepengurusan definitif PMI tingkat provinsi.

Menurut Agus, pihaknya telah beberapa kali melayangkan surat untuk meminta kepastian pelaksanaan musyawarah. PMI Kabupaten Kuningan berharap agenda tersebut dapat terlaksana paling lambat Desember 2026.

“Rencana masih seperti awal, tanggal 16 November. Kita menunggu suratnya karena sudah dua kali bersurat, tetapi penyusunan kepengurusan provinsi belum selesai,” ujar Agus saat diwawancarai, Selasa (3/11/2026).

Agus menegaskan, secara organisatoris PMI Kabupaten Kuningan sebenarnya telah mempersiapkan pelaksanaan musyawarah. Bahkan, jika kepastian dari tingkat provinsi segera diterima, pihaknya mengaku siap melaksanakan agenda tersebut.

“Kalau diperintahkan besok juga sudah siap. Persiapan sudah lama. Masalah siapa yang jadi, nanti musyawarah yang menentukan,” katanya.

Pergantian kepengurusan ini menjadi momentum penting bagi PMI Kuningan untuk melanjutkan pembenahan organisasi sekaligus meningkatkan pelayanan kemanusiaan.

Selama periode kepengurusan 2021–2026, sejumlah capaian telah diraih. Di antaranya akreditasi paripurna Unit Donor Darah (UDD), perolehan izin operasional, rehabilitasi gedung kantor, pembenahan manajemen kepegawaian, restrukturisasi keuangan, hingga penambahan aset organisasi.

Meski demikian, pekerjaan rumah masih cukup besar. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pemenuhan kebutuhan darah masyarakat yang diperkirakan mencapai 2.000 labu setiap bulan.

Agus menyebut kebutuhan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi UDD PMI, terlebih untuk memperoleh golongan darah tertentu yang ketersediaannya relatif sulit di Kuningan.

Karena itu, kepengurusan mendatang diharapkan mampu mempertahankan capaian sebelumnya sekaligus memperkuat pelayanan donor darah dan respons kemanusiaan.

Siapa yang nantinya memimpin PMI Kabupaten Kuningan akan ditentukan melalui mekanisme musyawarah organisasi setelah seluruh persyaratan dan jadwal pelaksanaan dipastikan. ***