“Kami ingin mahasiswa FKIP ketika lulus nanti menjadi generasi Qur’ani, generasi yang mencintai Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan,” ujarnya.
Rektor Universitas Kuningan, Anna Fitri Hindriana, menyebut FKIP Mengaji sebagai salah satu program unggulan di lingkungan universitas. Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa secara baik dan benar, terutama dari sisi tajwid dan tartil.
“Kita harus bersyukur masih mendapatkan kesempatan untuk belajar mengaji secara benar. Melalui program ini, tajwid dan bacaan kita akan diperbaiki,” kata Anna.
Menurut dia, mahasiswa yang kelak menjadi guru tidak cukup hanya menguasai ilmu pedagogik. Mereka juga harus memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat karena pendidik merupakan teladan bagi peserta didiknya.
“Pendidik itu tidak cukup hanya dibekali ilmu pedagogik. Nilai-nilai keagamaan juga harus kita yakini dan kita perbaiki. Guru adalah role model bagi siswa-siswanya,” ujar Anna.
Program FKIP Mengaji dirancang sebagai kegiatan pembinaan rutin bagi mahasiswa, dengan fokus pada pembelajaran membaca Al-Qur’an secara tartil serta penguatan pemahaman nilai-nilai keislaman. Fakultas berharap program ini dapat melahirkan calon pendidik yang tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga berkarakter religius dan berintegritas. (ali)
