Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Ragam

Geber Kemenag Sasar Masjid Kumuh

KUNINGAN – Masjid kumuh dan tidak terurus kini menjadi perhatian penting Kementerian Agama Kabupaten Kuningan. Melalui Bimas Islam, Kemenag meresmikan Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid.

Program yang disingkat Geber Masjid itu dilaksanakan untuk membantu pengelola atau DKM untuk memastikan tempat ibadah nyaman dan sehat. ASN atau pegawai Kemenag di tingkat kecamatan akan menjadi pasukan khusus yang turun langsung melaksanakan program tersebut.

Program ini sudah berlangsung sejak di launching oleh Pa Kepala Kantor minggu lalu,” tutur Kasi Bimas Islam Kemenag Kuningan, Ahmad Syahid Ridlo, Selasa (20/1/2026)

Menurutnya, program tersebut akan dikawal supaya konsisten dan berkelanjutan. Bahkan, jika saat ini sedang menghadapi Ramadhan, bersih-bersih tersebut bukan karena menjelang Ramadhan saja, melainkan seterusnya dan berkelanjutan.

“Kami harap masyarakat bisa merasakan manfaatnya, jadi KUA di tiap kecamatan itu akan melakukan program Gebeer Masjid selama seminggu sekali, dan selama setahun sekitar 40 masjid yang akan dibersihkan oleh KUA di setiap kecamatannya,” ujarnya.

Ridlo menyebutkan, sasaran masjid yang akan dibersihkan tim Geber tersebut adalah masjid yang kondisinya kumuh dan tidak memiliki pengelolaan yang jelas. Tak hanya sekedar membersihkan, pihaknya juga akan turut serta dan fokus membangun pelestarian lingkungannya.

“Seperti penanaman pohon di lahan kosong, tepatnya di wilayah masjid. Supya masjid kita sejuk dan memiliki estetika yang baik,” tuturnya.

Menurutnya, hal itu selaras dengan program yang diluncurkan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat, yaitu para pengelola masjid dan masyarakat supaya selaras antara cinta terhadap Allah, manusia, dan alam.

Hal yang harus dilakukan oleh masyarakat, lanjutnya, jika ada masjid yang belum tersentuh dengan program tersebut, bisa segera berkomunikasi atau berkoordinasi dengan KUA di tiap kecamatan masing-masing. Ia juga mengingatkan bahwa KUA tidak sekedar melayani pernikahan dan kerjaan lain yang sudah biasa, melainkan berkontribusi nyata di lingkungan.

“Bisa koordinasi dengan KUA. Jadi, KUA itu bukan hanya sekedar tempat untuk mengurusi soal pernikahan, tapi setiap program keagamaan apapun itu pusatnya di KUA, supaya kami juga bisa memberdayakan pegawai KUA dan lebih mudah untuk menyentuh ke akar rumput,” pungkasnya.

Baca Juga :  BOP dan Ijasah Diniyah Jadi PR Berat FKDT Kuningan

Meski program tersebut dinilai tidak mudah untuk dilaksanakan secara merata dalam waktu singkat, pihaknya optimistis bisa berjalan konsisten dengan dukungan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi antara KUA, pengurus masjid, serta masyarakat bisa menjadikan masjid tidak hanya bersih dan layak, tetapi juga kembali berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan sekitar. (Icu)