KUNINGAN – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kuningan merancang lima transformasi sebagai upaya langkah strategis dalam merumuskan arah gerak organisasi. Perumusan tersebut dibahas dalam Rapat Kerja yang dilaksanakan di Rageman Resto, Kelurahan Cipari, Cigugur, Sabtu, (18/4/2026).
Adapun lima transformasi yang dirancang, mulai dari membangun grand mindset, peningkatan sumber daya manusia, penguatan segi ekonomi, gerakan sosial berbasis spiritual, dan sebagai pengarah kebijakan yang pro terhadap masyarakat.
Koordinator Presidium Kahmi Kuningan, Heri Purnama, mengungkapkan bahwa lima transformasi tersebut menjadi pijakan utama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Menurutnya, KAHMI sebagai organisasi alumni memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk turut berkontribusi dalam pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat.
“Transformasi ini bukan sekedar wacana, tetapi akan kami implementasikan secara bertahap dan terukur. KAHMI harus hadir sebagai motor penggerak perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Heri.
Selain itu, Ia juga menekankan agar alumni harus bangga dengan identitas pernah berkiprah di HMI, terlebih mampu menjaga marwah organisasi di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
”Kita pernah berkiprah bersama di HMI dengan bendera yang sama, ditempa dalam proses panjang yang membentuk karakter, intelektualitas, dan kepemimpinan. Nilai-nilai itu yang harus terus kita jaga dan aktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, dr. Asad, Koordinator Presidium KAHMI Jawa Barat menyampaikan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang maju dan berdaya saing, apabila mampu mengelola sumber daya yang dimiliki secara optimal serta didukung oleh sinergi antar elemen masyarakat.
Ia menilai, peran KAHMI di tingkat daerah sangat strategis sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah dalam mendorong arah pembangunan yang berkelanjutan.
”KAHMI harus mampu membaca peluang dan tantangan zaman. Dengan jaringan yang luas dan kapasitas intelektual para alumninya, saya yakin KAHMI Kuningan bisa menjadi kekuatan besar dalam mendorong kemajuan daerah,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ia juga mendorong agar lima transformasi yang telah dirumuskan tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam program kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar. Menurutnya, KAHMI telah banyak berkontribusi dalam pembangunan. Alumni HMI, kata dia, tersebar di setiap bidang, mulai dari akademisi hingga politisi.
”Ini merupakan bentuk kontribusi nyata dari para alumni HMI dalam berbagai sektor pembangunan. Kehadiran Kahmi selama ini telah menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan seperti KAHMI menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Ia berharap, rapat kerja tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi, sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menjalankan peran dan fungsi Kahmi ke depan.
”Pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KAHMI untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Icu Firmansyah || Editor: Sopandi
