
KUNINGAN – Momentum Bulan Bung Karno dimanfaatkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ika Siti Rahmatika, untuk lebih dekat dengan masyarakat. Di momen itu Ika menggelar Sapa Warga Berbasis Budaya yang digelar di Halaman Kecamatan Garawangi, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan pemerintah sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan daerah.
Camat Garawangi, Maryanto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan Sapa Warga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dengan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Komitmen ini menjadi wasilah bagaimana kita bersama-sama mengatasi persoalan di masyarakat, yang nantinya dapat diselesaikan melalui berbagai program yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dapat membantu percepatan pembangunan di wilayah Garawangi. Menurutnya, konsep Sapa Warga Berbasis Budaya merupakan program yang luar biasa karena budaya bukan sekadar warisan leluhur, melainkan sarana membentuk karakter masyarakat yang menjunjung tinggi gotong royong, persatuan, dan kesatuan.
Sementara itu, Ika Siti Rahmatika menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebudayaan sebagai perekat kehidupan sosial.
Menurutnya, budaya tidak hanya dimaknai sebagai warisan leluhur, tetapi juga sebagai cara hidup masyarakat yang mengedepankan gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
“Melalui Sapa Warga Berbasis Budaya ini, kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Budaya gotong royong yang menjadi ciri masyarakat Indonesia harus terus dirawat dan dijadikan kekuatan dalam membangun daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan pada momentum Bulan Bung Karno memiliki makna tersendiri karena sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya mengenai pentingnya berkepribadian dalam kebudayaan.
“Semangat Bung Karno tidak hanya kita kenang melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga budaya, memperkuat persatuan, dan membangun masyarakat secara bersama-sama,” katanya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan tugas konstitusional anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat dan menyerap aspirasi warga yang diwakilinya.
Menurutnya, pelaksanaan Sapa Warga Berbasis Budaya pada Bulan Bung Karno memiliki makna yang sangat relevan dengan ajaran Presiden pertama Republik Indonesia tersebut, khususnya konsep Trisakti Bung Karno.
“Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan merupakan ajaran Bung Karno yang hingga hari ini masih sangat relevan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema budaya yang diangkat dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga penguatan identitas, karakter, dan semangat gotong royong masyarakat.
Pertunjukan seni dan budaya turut memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari tarian tradisional hingga berbagai penampilan kesenian lokal yang melibatkan masyarakat dan generasi muda di Kecamatan Garawangi.
Melalui kegiatan itu, semangat Bung Karno diharapkan terus hidup di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi menjadi energi untuk memperkuat persatuan, melestarikan budaya, dan mendorong pembangunan yang berpijak pada nilai-nilai kebersamaan.




