KUNINGAN — Ruas Jalan Aruji, Kabupaten Kuningan, tampak berbeda pada Jumat (26/6). Sejumlah petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuningan menghentikan pengendara yang melintas. Namun, bukan untuk menggelar razia, melainkan membagikan sekaligus menempelkan stiker bertuliskan “War on Drugs for Humanity” sebagai ajakan memerangi penyalahgunaan narkotika.

Aksi simpatik tersebut menjadi penutup rangkaian kampanye Ananda Bersinar (Ananda Bersih Narkoba) yang digelar BNNK Kuningan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.

Kepala BNNK Kuningan, Agus Mulya, mengatakan pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Menurut dia, keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.

“Aksi simpatik di jalan ini merupakan simbol bahwa perang melawan narkoba membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ujar Agus.

Sebelum turun ke jalan, BNNK Kuningan lebih dulu menggelar serangkaian kegiatan edukasi dan sosial selama sepekan. Pola kampanye pun dibuat lebih beragam agar pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba menjangkau lebih banyak kalangan.

Rangkaian kegiatan diawali pada Selasa (23/6) melalui aksi donor darah di kantor BNNK Kuningan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HANI sekaligus bentuk kepedulian sosial yang diusung lembaga itu.

Keesokan harinya, Rabu (24/6) malam, tim pencegahan BNNK hadir dalam siaran di Studio Cikalpedia. Dalam dialog tersebut, mereka membahas kondisi kerawanan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Kuningan serta pentingnya penguatan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kampanye berlanjut pada Kamis (25/6) malam melalui program Kafe Curhat di Radio LPPL Kuningan 100,5 FM. Dalam kesempatan itu, Agus Mulya mengajak keluarga, sekolah, dan komunitas untuk menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Pada puncak peringatan HANI, Jumat (26/6), seluruh pegawai BNNK Kuningan juga menggelar doa bersama dan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan kepada para korban penyalahgunaan narkotika sekaligus pengingat bahwa upaya pemberantasan narkoba harus terus diperkuat, baik melalui penegakan hukum maupun rehabilitasi.

Agus menegaskan, kampanye Ananda Bersinar tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Gerakan tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif demi mewujudkan generasi yang sehat dan bebas narkoba menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila generasi mudanya terlindungi dari bahaya narkotika. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Melalui Gerakan Ananda Bersinar, BNNK Kuningan berharap masyarakat tidak lagi sekadar menjadi penonton, melainkan ikut berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, upaya memutus mata rantai peredaran narkoba dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan. ***