Turnamen ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra dan sponsor yang menilai pembinaan olahraga usia muda sebagai investasi sosial. Kehadiran sektor swasta, komunitas, dan media dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan agenda pembinaan atlet muda, khususnya di daerah.
Selain aspek kompetisi, Proton Super Cup juga menekankan nilai sportivitas dan literasi olahraga. Panitia menekankan pentingnya pemahaman aturan, etika bertanding, serta sikap saling menghormati antar pemain dan ofisial. Pendekatan ini sejalan dengan upaya membangun generasi atlet yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan sosial.
Ke depan, Thony berharap Proton Super Cup dapat menjadi agenda rutin dan berkembang menjadi barometer pembinaan sepak bola usia muda di Jawa Barat.
Thony Indra Gunawan menegaskan, keberhasilan turnamen ini bukan hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi juara, tetapi sejauh mana kompetisi mampu melahirkan pemain-pemain yang siap dibina ke level berikutnya.
Dengan melibatkan ratusan tim dan dukungan lintas sektor, Grand Champion Proton Super Cup menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi sarana strategis membangun generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, dan berprestasi. Di tengah keterbatasan pembinaan di sejumlah daerah, turnamen ini hadir sebagai contoh bahwa kolaborasi dapat menjadi kunci lahirnya masa depan Futsal Jawa Barat. (Ali)
