Selain itu, sebagai bentuk pemberdayaan, kata Iman, pihak kampus tengah berusaha untuk menjalin kerjasama dengan pihak perusahaan untuk dapat diberikan ruang bekerja, termasuk pihaknya berencana akan membangun fasilitas pesantren dan rumah ibadah yang ramah untuk disabilitas.
”Kebetulan Yayasan Al-Ihya memiliki tanah wakaf 6000 meter di Cidahu, yang rencananya akan diberdayakan melibatkan para difabel. Kami juga sudah ngobrol dengan Pak Kadinsos dan Bu Wabup, mudah-mudahan bisa diwujudkan,” katanya.
Ia berpesan, para penyandang disabilitas etap optimis dan percaya diri bergaul dengan masyarakat, termasuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Menurutnya, kampus Unisa siap membuka ruang untuk penyandang disabilitas, mulai dari akses pendidikan hingga pemberdayaan. (Icu)
