Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Icu

Harlah Awirarangan Tunjukkan Harmoni Budaya dalam Pembangunan

Pelepasan pawai alegori dalam ramgka Harlah Kelurahan Awirarangan ke-25, Sabtu (11/4/2026)

KUNINGAN – Perayaan Hari Lahir ke-25 Kelurahan Awirarangan tahun 2026 berlangsung meriah. Pawai alegoris menampilkan kekuatan budaya dan kearifan lokal yang dijaga masyarakat.

Kegiatan tersebut digelar di Jalan Eyang Weri Awirarangan, Sabtu, (11/4/2026). Beragam kreasi yang ditampilkan warga mencerminkan inovasi kolektif beragam kreativitas yang sesuai perkembangan zaman.

Momentum seperempat abad itu tidak hanya diisi pawai, melainkan berbagai kegiatan lainnya mulai dari ziarah makam leluhur, sunatan masal, hingga tradisi sabumi. Sunatan masal akan digelar besok, Minggu (12/4/2026)

‎Lurah Awirarangan, Budiman, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat nilai kebersamaan berbasis tradisi.

‎“Kami ingin memastikan bahwa budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat, sekaligus menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan wilayah,” ungkapnya.

‎Menurutnya, tema yang diusung, yaitu indahnya kebersamaan menuju masyarakat Awirarangan maju dan bermartabat, menjadi simbol bahwa kemajuan tidak harus meninggalkan akar budaya.

‎”Melalui momentum ini, kami menunjukan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan dapat berjalan beriringan. Tidak hanya maju, tetapi juga berkarakter dan bermartabat,” katanya.

‎Sementara itu, Ketua Pelaksana, Andi Rahmat, menambahkan bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci suksesnya perayaan tersebut.

‎“Budaya tidak akan bertahan tanpa partisipasi masyarakat. Di Awirarangan, tradisi justru menjadi perekat yang menyatukan semua elemen,” tambahnya.

‎Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, mengapresiasi masyarakat Awirarangan yang tetap menjaga nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, di tengah arus modernisasi yang semakin pesat, komitmen masyarakat dalam melestarikan tradisi merupakan hal yang patut diapresiasi.

‎“Budaya adalah jati diri masyarakat. Ketika tradisi tetap dirawat, maka persatuan dan kebersamaan akan semakin kuat,” ujarnya.

‎Ia berharap, semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan masyarakat Awirarangan tidak hanya berhenti pada momentum perayaan, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

‎”Pemerintah daerah tentu akan terus mendorong kegiatan-kegiatan yang berbasis budaya lokal. Ini penting agar generasi muda tidak kehilangan jati diri dan tetap bangga terhadap warisan leluhurnya,” tutupnya.

Baca Juga :  JLTS Kuningan Dilanjutkan! Gubernur Terpilih Dedi Mulyadi Siapkan 200 Miliar