Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Politik

Hilirisasi Pangan hingga Dapur MBG, Mesra Politik Ardiyan–Tuti di Lapangan

Tuti, di sisi lain, memilih fokus pada detail yang lebih membumi. Ia menyoroti keberadaan hampir 3.000 ton beras lama dari tahun sebelumnya yang masih tersimpan.

“Masih layak konsumsi, tapi sebaiknya segera disalurkan agar mutunya tetap terjaga,” katanya.

Nada yang sama terlihat saat keduanya meninjau dapur MBG di SPPG Yayasan Guna Insan Mandiri. Di ruang dapur yang dipenuhi peralatan stainless dan lemari pendingin, Ardiyan lebih banyak berbicara soal standar gizi, protein, sayur, dan pengurangan bahan pengawet. Ia beberapa kali menegaskan bahwa program ini adalah “investasi jangka panjang”.

Namun lagi-lagi, Tuti hadir sebagai penyeimbang. Ia tak menampik bahwa implementasi di lapangan masih menyisakan pekerjaan rumah. Dari standar bangunan hingga fasilitas dapur, menurut dia, masih perlu penyesuaian dengan SOP terbaru.
“Setiap dapur ada kekurangan. Itu yang terus kami evaluasi,” ujarnya.

Di SDN Bandorasa Wetan 1, keduanya kembali tampil kompak saat berdialog dengan guru dan siswa. Ardiyan berbicara tentang masa depan generasi, sementara Tuti mengingatkan realitas yang lebih mendesak yaitu angka stunting yang masih meningkat di Kuningan.
“Kalau program ini jalan tapi stunting masih tinggi, berarti ada yang harus diperbaiki,” kata Tuti.

Interaksi semacam itu memperlihatkan relasi yang tidak sekedar formal antara legislator pusat dan eksekutif daerah. Ardiyan beberapa kali secara terbuka mengapresiasi Tuti, menyebutnya konsisten mengawal program pemerintah pusat. Sebaliknya, Tuti tampak memberi ruang bagi Ardiyan untuk menegaskan posisi politiknya, tanpa kehilangan peran sebagai pengambil kebijakan daerah.

Dalam lanskap politik lokal, kemesraan ini bukan tanpa arti. Dengan latar belakang partai yang sama yaitu Partai Gerindra, keduanya seperti sedang merawat satu jalur koordinasi yang relatif mulus antara pusat dan daerah.

Baca Juga :  HRA dan KLHK Sentuh Potensi dan Persoalan Kohe Cipari

Di lapangan, itu diterjemahkan dalam bahasa yang sederhana, program berjalan, pengawasan ada, dan narasi politik tersampaikan. ***