Sementara itu, Heri Purnama menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta tokoh agama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, Kabupaten Kuningan yang dikenal memiliki kekayaan alam dan kawasan konservasi harus dijaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Hal senada juga disampaikan oleh Gumirat Barna Alam. Ia menilai bahwa hubungan manusia dengan alam tidak dapat dipisahkan, sehingga menjaga alam merupakan bagian dari bentuk penghormatan terhadap Sang Pencipta.
Adapun Dr. Iing Nasihin turut memaparkan pentingnya pendekatan ilmiah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan lingkungan harus ditangani secara serius melalui kebijakan yang tepat serta kesadaran bersama dari masyarakat.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara para narasumber dengan peserta yang hadir. Dalam sesi tersebut, para peserta menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Kuningan.
Sekretaris Majelis Darah Korps Alumni HMI (KAHMI) Kuningan, Arif Amarudin menuturkan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari amanah yang harus dijaga bersama.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus terus ditanamkan, baik melalui pendidikan, dakwah maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan begitu, kepedulian terhadap alam dapat tumbuh dari tingkat individu hingga masyarakat luas,” katanya.(Icu)
