Uha menyebut pesan Hoegeng relevan di tengah maraknya jalan pintas dan kompromi nilai demi keuntungan pribadi. “Lebih baik sederhana tapi terhormat, daripada kaya tapi hina,” tegasnya.
Bagi Uha, Hoegeng bukan hanya mantan Kapolri, tetapi teladan langka yang menolak suap, menolak dibengkokkan, dan menolak hidup di atas dusta. “Kemerdekaan sejati dimulai dari kemerdekaan hati, bebas dari korupsi, kebohongan, dan pengkhianatan amanah,” ujarnya. (ali)
