Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Cirebon

Jelang Ramadan, Stok Pangan Cirebon Dipantau

CIREBON — Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Kota Cirebon melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Pemantauan dilakukan di Pasar Pagi dan Pasar Jagasatru, dua pusat perdagangan utama di Kota Cirebon. Dalam kegiatan tersebut, petugas menyusuri lapak-lapak pedagang untuk mengecek harga dan stok berbagai komoditas strategis, mulai dari beras, cabai, bawang, telur, hingga daging ayam.

Kasat Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota, AKP Adam Gana, mengatakan hasil monitoring menunjukkan kondisi pasokan bahan pokok dan barang penting (bapokting) masih relatif aman. Distribusi dari daerah pemasok di luar Kota Cirebon juga berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Ketersediaan bapokting di Kota Cirebon insyaallah aman menghadapi bulan suci Ramadan dan Lebaran. Harga juga masih di bawah HET, misalnya beras premium dijual di bawah Rp14.900 per kilogram,” ujar Adam, Kamis (5/2/2026).

Menurut Adam, kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya penimbunan barang maupun praktik spekulasi harga yang berpotensi merugikan masyarakat. Ia menegaskan, kepolisian akan menindak tegas jika menemukan pelanggaran di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menjelaskan bahwa kondisi harga pangan di awal tahun 2026 sempat mengalami penurunan. Pada Januari lalu, Kota Cirebon tercatat mengalami deflasi akibat turunnya harga sejumlah komoditas utama.

“Cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras sempat mengalami penurunan harga pada Januari,” kata Elmi.

Namun, berdasarkan hasil pemantauan terbaru, satgas menemukan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas dibandingkan bulan sebelumnya. Meski begitu, Elmi menegaskan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan belum melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah Terbakar dan Kerugian Capai Rp19,7 Juta

Ia memperkirakan tren kenaikan harga akan terus berlanjut seiring mendekatnya Ramadan. Permintaan masyarakat yang meningkat biasanya memicu lonjakan harga, terutama untuk komoditas tertentu.
“Memasuki bulan suci Ramadan, kami memprediksi harga beberapa komoditas akan bergerak naik, seperti cabai merah, bawang merah, dan daging ayam. Mudah-mudahan kenaikannya masih di bawah HET atau paling tidak sama dengan HET,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Cirebon berencana menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam waktu dekat. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Kami akan menggelar GPM pada 13 Februari 2026 di Kebon Pelok, Kecamatan Harjamukti,” kata Elmi.

Melalui kegiatan pemantauan rutin dan program intervensi pasar, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian berharap dapat menciptakan iklim perdagangan yang sehat menjelang Ramadan. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. (frans)