Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Kuningan

Jalin Kerjasama, PDAU Bersiap Jadi Pemasok Utama Dapur MBG

Kerjasama tersebut berlangsung di kantor Bupati Kuningan, Rabu, (1/4/2026). Kolaborasi itu menjadi bagian dari transformasi PDAU sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang lebih progresif dan berorientasi pada penguatan ekonomi lokal berbasis pangan.

‎Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar menyampaikan bahwa kerjasama tersebut bukan sekedar pengembangan usaha, melainkan langkah konkret dalam membangun sistem distribusi pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir terutama untuk mendukung keberlangsungan program MBG.

‎“Ketika harga pangan tidak terkendali, dampaknya luas, termasuk terhadap pelaksanaan MBG. Maka kehadiran PDAU bersama Rumah Tani ini menjadi solusi, baik dalam menjaga stabilitas harga maupun memastikan ketersediaan pasokan pangan yang berkualitas,” ujarnya.

‎Sementara itu, Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara, Bachtiar, menjelaskan bahwa pihaknya bersama PDAU menargetkan dapat memasok kebutuhan pangan ke sekitar 30 dapur SPPG pada tahap awal. Komoditas yang disuplai, lanjut dia, meliputi sayuran, sembako, hingga susu dengan skema pembayaran tempo satu minggu.

‎“Ini menjadi peluang besar untuk memastikan dapur-dapur MBG mendapatkan pasokan bahan pangan yang segar, terjangkau, dan berkelanjutan, sekaligus membuka pasar bagi petani lokal,” jelasnya.

‎Pada kesempatan yang berbeda, U. Kusmana selaku Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) MBG tengah merancang aplikasi Manajemen Monitoring Makan Bergizi Gratis (MMAGIS). Hal itu dilakukan sebagai upaya penguatan pengawasan yang lebih transparan dan tepat sasaran untuk program nasional tersebut.

‎Sebagaimana diketahui, aplikasi tersebut sudah digunakan Pemkab Sumedang dan Kuningan menjalin kerjasama dengan Sumedang melalui zoom meeting yang berlangsung di Aula Diskominfo, Rabu, (1/4/2026).

‎U. Kusmana mengungkapkan bahwa pengembangan aplikasi tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan seluruh proses pelaksanaan program MBG dapat dipantau secara real time, mulai dari distribusi bahan pangan, pengolahan di dapur, hingga penyaluran kepada penerima manfaat.

‎”Melalui sistem ini, pengawasan menjadi lebih terbuka dan terukur. Masyarakat juga bisa ikut memantau,” katanya.

‎Seperti yang sudah diberitakan, Kusmana menyebut sistem kerja aplikasi yang akan dibuat bisa diakses semua orang. Bahkan setiap yang mengaksesnya dapat melihat aktivitas dapur, mulai perencanaan pembuatan menu, hingga jumlah penerima manfaat. (Icu)

Baca Juga :  94 Jabatan di Pemkab Kuningan Masih Kosong