Presiden Proton FC, Thony Indra Gunawan, memberikan komentar singkat mengenai kemenangan ini, menegaskan bahwa hasil ini adalah bagian dari rencana jangka panjang. “Kami bekerja dengan sistem. Kemenangan ini bagian dari target pembinaan,” ujarnya.

Di sebelahnya, manajer tim Masuri, atau akrab disapa Gonjez, menyebut trofi ini bukan garis akhir pencapaian. “Kami menyiapkan mereka untuk level yang lebih tinggi,” kata Gonjez.
Gaya perayaan Proton terbilang datar, mencerminkan filosofi “tugas selesai” Di balik skor kemenangan, turnamen ini kembali memperlihatkan pola yang sering berulang dalam kompetisi sepak bola dan futsal Jawa Barat, pembinaan yang solid, terstruktur, dan berkelanjutan hampir selalu mengalahkan tim yang mengandalkan nama besar atau talenta hasil seleksi mendadak. Proton sejak awal datang dengan struktur latihan, pola permainan, dan rotasi yang terencana rapi.
Gelar Elit Pratama 2025 yang diraih di Jatinangor ini secara resmi menempatkan Proton FA sebagai salah satu poros baru futsal putri Jawa Barat yang patut diperhitungkan. Meskipun demikian, pekerjaan rumah mereka masih panjang. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi, meningkatkan teknik individu, dan menyiapkan mental untuk level kompetisi yang lebih tinggi.
Untuk sementara, catatan mereka jelas yaitu mereka menang tanpa kekalahan, dan menang tanpa basa-basi. Trofi ini menjadi penanda bahwa Proton bukan sekadar beruntung, melainkan tengah membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan futsal putri Indonesia. (ali)
