Atas persoalan tersebut, Ia meminta agar pemerintah segera mengevaluasi dan menghentikan praktik penyediaan MBG yang hanya mengejar keuntungan semata.
“Saya juga paham, setiap usaha harua ada untung. Tapi anak-anak berhak mendapat makanan bergizi, sehat, dan aman. Jangan sampai mereka tumbuh dengan trauma akibat implementasi program yang keliru oleh para pengusaha dapur,” tegas Papay.
PSI juga mengingatkan, keberlangsungan dapur MBG tidak boleh dijadikan proyek bisnis, melainkan harus benar-benar berpihak pada kesehatan generasi penerus bangsa.
“Belum kagi persoalan pekerja di dapur, ada yang masih belum dibayar padahal sudah cair dari pemerintahnya. Kaya zaman dl, romusha,” tuturnya dalam bahasa Sunda. (Icu)
