KUNINGAN – Ketua Forum Makan Begizi Gratis Kabupaten Kuningan, H. Udin Kusnaedi, mengklaim bahwa pengelolaan limbah dari kegiatan dapur MBG telah berjalan dengan baik, bahkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur MBG secara umum terbagi menjadi dua jenis, yakni limbah basah dan limbah kering. Limbah basah berasal dari sisa pembersihan bahan baku seperti sayuran, serta sisa makanan setelah proses distribusi.
“Limbah dari bahan baku seperti potongan sayuran itu dimanfaatkan untuk pakan ternak. Sementara sisa makanan bisa digunakan untuk pakan maggot maupun meningkatkan kesuburan tanah,” ujarnya, Senin, (30/3/2026) kepada Cikalpedia.
Menurutnya, pengelolaan limbah tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan masyarakat dan sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bahkan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan para peternak maggot yang secara rutin mengambil limbah sisa makanan dari dapur MBG.
Kemudian, lanjut politisi sekaligus Ketua DPD PAN Kuningan itu, masyarakat yang memiliki ternak ayam, bebek, hingga entog juga turut memanfaatkan limbah tersebut sebagai pakan. Sehingga hal itu dinilai mampu membantu mengurangi biaya produksi para peternak.
“Dengan adanya limbah ini, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pakan ternak. Jadi, ini justru memberikan nilai ekonomi,” tambahnya.
