
KUNINGAN – Gejala kebakaran yang terjadi di bangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berlokasi di Jalan Cipari, Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Rabu (21/10/2026), berhasil dipadamkan petugas setempat dan Damkar Kuningan.
Api yang membesar membuat sejumlah karyawan panik dan bahkan berhamburan ke luar area karena kekhawatiran yang luar biasa akibat api yang dekat dengan gudang sekaligus sirkulasi pengisian LPG.
Insiden tersebut diduga dipicu oleh tumpukan tabung gas kosong yang roboh hingga menimpa tabung gas rilis, sehingga menimbulkan benturan yang memicu percikan api dan keluarnya gas dari tabung.
Meski api utama dilaporkan telah berhasil dipadamkan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan mengantisipasi kemungkinan api kembali menyala, pihak kepolisian kemudian meminta bantuan UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan.
Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, menerangkan bahwa laporan kejadian diterima pada pukul 08.34 WIB. Regu pemadam kemudian diberangkatkan pada pukul 08.37 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.47 WIB.
“Berdasarkan informasi yang kami terima di lapangan, kebakaran diduga bermula ketika tumpukan tabung gas kosong roboh dan menimpa tabung gas rilis. Benturan tersebut diduga menimbulkan percikan api dan menyebabkan gas keluar dari tabung hingga terjadi kebakaran,” ujarnya.
Sebelum petugas tiba, api telah diupayakan untuk dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) serta air yang keluar setelah tuas sprinkler diaktifkan. Namun, kekhawatiran terhadap potensi munculnya kembali api membuat penanganan lanjutan tetap diperlukan.
Sebanyak tujuh personel Piket Regu 1 UPT Damkar Kuningan dikerahkan untuk melakukan pemadaman lanjutan sekaligus proses pendinginan. Saat tiba di lokasi, petugas masih menemukan sejumlah titik api kecil di bagian atap serta kepulan asap.
Petugas kemudian melakukan penyisiran, pemadaman sisa api, dan pendinginan guna memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Setelah seluruh penanganan selesai, area kejadian dinyatakan aman.
Proses pemadaman dan penanganan lanjutan berakhir pada pukul 09.02 WIB. Dengan demikian, petugas membutuhkan waktu sekitar 15 menit sejak tiba di lokasi untuk menyelesaikan penanganan.
Sementara itu, terkait dampak kerugian akibat kejadian tersebut, petugas Damkar Kuningan belum memperoleh keterangan yang jelas dari pihak terkait. Nilai kerugian material maupun kemungkinan dampak lainnya masih belum dapat dipastikan berdasarkan laporan awal.
Kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam penataan dan penyimpanan tabung gas, termasuk memastikan tabung tersusun dengan aman serta prosedur keselamatan diterapkan secara konsisten. Penanganan cepat dan pemeriksaan menyeluruh setelah api padam menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.***




