KUNINGAN — Aktivitas pembangunan di atas sebidang lahan milik Desa Gereba di kawasan Perumahan Alam Asri, Kabupaten Kuningan, berhenti mendadak. Lahan yang sebelumnya ditumbuhi pepohonan kini berubah menjadi tanah terbuka tanpa kejelasan fungsi. Warga sekitar mempertanyakan proses perencanaan hingga penggunaan anggaran proyek tersebut.
Perubahan kondisi lahan berlangsung dalam waktu singkat. Seorang warga berinisial M menuturkan, pembersihan lahan dimulai tanpa pemberitahuan kepada warga. Pohon-pohon yang sebelumnya tumbuh ditebang, menyisakan hamparan tanah kosong.
“Tidak ada sosialisasi. Tiba-tiba saja dibersihkan,” kata M, Jumat (28/3/2026).
Sehari setelah pembersihan, alat berat didatangkan. Proses perataan tanah berlangsung intensif. Warga mencatat setidaknya dua kali alat berat jenis beko beroperasi di lokasi dalam waktu berbeda. Tahapan pekerjaan bahkan disebut telah masuk pada pengerukan awal pondasi.
“Pertama beko warna kuning, lalu beberapa hari kemudian datang lagi beko warna hijau. Itu sudah mulai gali pondasi,” ujar M.
Di tengah aktivitas tersebut, sempat beredar informasi mengenai rencana pemanfaatan lahan untuk sebuah proyek pembangunan desa. Namun, sebelum konstruksi berjalan lebih jauh, seluruh kegiatan mendadak berhenti. Tidak ada lagi pekerja maupun alat berat di lokasi.
Kabar yang beredar menyebutkan penghentian proyek dipicu oleh protes warga. Namun, informasi itu justru memunculkan pertanyaan baru. Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku tidak pernah dilibatkan, apalagi mengetahui adanya penolakan resmi.
“Katanya ada yang protes, tapi siapa? Kami yang dekat sini saja tidak pernah diajak bicara,” kata M.
