Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Hobi

Keponakan Bupati Dian Rajai Turnamen D’Jons Pool

Aska sang juara biliar di opening D’Jons Pool Family Billiard n Cafe . (Istimewa)

KUNINGAN — Gemuruh tepuk tangan pecah di arena D’Jons Pool Family Billiard n Cafe saat sodokan terakhir memastikan kemenangan mutlak bagi Aska. Atlet muda tuan rumah ini keluar sebagai kampiun dalam turnamen biliar bergengsi bertajuk Grand Opening D’Jons Pool. Namun, di balik trofi dan hadiah jutaan rupiah tersebut, terselip fakta yang memicu bisik-bisik di kalangan komunitas biliar, sang juara pertama ternyata adalah keponakan langsung dari orang nomor satu di Kuningan, Bupati Dian Rachmat Yanuar.

Ajang ini bukan turnamen kaleng-kaleng. Sedikitnya 300 pebiliar dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), hingga Tasikmalaya dan Garut, turun gunung untuk memperebutkan total hadiah fantastis sebesar Rp50 juta. Sebagai juara pertama, Aska berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp16 juta, mengungguli ratusan peserta senior lainnya.

Partai final menyajikan drama yang menguras emosi. Aska harus berhadapan dengan Reno, pebiliar tangguh dari klub Adam Cue. Ratusan pasang mata menyaksikan duel ketat antara pengalaman melawan bakat muda. Di luar dugaan, Aska yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) menunjukkan ketenangan luar biasa. Fokusnya tidak goyah meski tekanan penonton memenuhi ruangan.

Kemenangan Aska lantas dikonfirmasi langsung oleh Bupati Dian Rachmat Yanuar saat memberikan sambutan. Dengan nada bangga namun tetap terukur, Dian mengakui hubungan kekeluargaan tersebut di hadapan para tamu undangan dan peserta yang masih berkumpul.

“Pemenang turnamen ini memang keponakan saya. Namun, usianya yang masih sangat muda jangan disalahartikan. Jam terbangnya sudah tinggi, ia sudah melanglang buana ke mana-mana mengikuti berbagai kejuaraan biliar di daerah lain,” ujar Dian.

Bupati menegaskan bahwa kemenangan keponakannya adalah murni hasil keringat dan kemampuan individu di atas meja hijau. Ia melihat Aska sebagai representasi regenerasi atlet yang mulai muncul dari ruang-ruang biliar yang dikelola secara profesional.

Bagi Dian Rachmat Yanuar, kehadiran tempat seperti D’Jons Pool adalah angin segar bagi ekosistem olahraga di Kuningan. Ia ingin menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada biliar sebagai sekadar hiburan malam atau tempat nongkrong yang kurang produktif.

Baca Juga :  Bupati Kuningan Turun Tangan Tertibkan APK

“Biliar adalah olahraga yang melatih fokus, ketenangan, dan sportivitas tinggi. Dengan fasilitas yang mumpuni, saya berharap akan lahir atlet potensial yang bisa membawa nama Kuningan ke level nasional maupun internasional,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh inisiatif usaha yang mampu membuka lapangan kerja sekaligus mendorong ekonomi kreatif.

Senada dengan Bupati, Dede Susanto selaku panitia penyelenggara menjamin bahwa turnamen ini berjalan secara profesional tanpa ada intervensi meskipun melibatkan keluarga pejabat. Dari 300 peserta yang mendaftar, semua melewati sistem pertandingan yang sama.

“Tidak ada perlakuan khusus. Sistemnya terbuka dan adil. Animo luar biasa ini membuktikan biliar sudah diterima sebagai olahraga prestasi yang serius,” kata Dede.

Turnamen ini ditutup dengan podium juara yang cukup merata, Aska (D’Jons Pool) sebagai juara pertama, Reno (Adam Cue) sebagai runner-up, serta Eko (Cirebon) dan Alfarand (Sport Billiard) yang mengisi posisi semifinalis. Kemenangan Aska di usia remaja ini seolah mengirimkan pesan kuat: bahwa di tangan generasi baru, biliar Kuningan sedang bersiap untuk “melesat” lebih jauh. (ali)

Leave a Comment