Tak hanya itu, mahasiswanya juga menghadirkan tadi tradisional, seperti tari kembang gadung, tanjung baru, dan dharmakala batik. Pertunjukan itu merupakan apresiasi sekaligus upaya merawat dan melestarikan tari tradisional.
Sementara itu, Wakil Rektor UM Kuningan, Dr. Nanan Abdul Manan menegaskan pentingnya melestarikan seni dan budaya sebagai identitas daerah. Menurutnya, program tersebut menjadi khazanah keilmuan sekaligus mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan sampah menjadi sebuah karya.
“Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin. Selain sebagai ruang ekspresi dan kreativitas mahasiswa, kegiatan seperti ini juga memiliki nilai edukatif yang kuat, baik dalam pelestarian budaya maupun kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Pihaknya juga berkomitmen akan terus konsisten mendukung pendidikan berbasis kreativitas, inovatif, serta membangun kesadaran pentingnya menjaga lingkungan, terkhusus para pendidik yang kelak akan terjun ke dunia sekolah dan secara umum ke masyarakat. (Icu)
