JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon terus berupaya memperkuat struktur ekonomi daerah dengan menempatkan sektor industri kecil dan menengah sebagai tumpuan utama pertumbuhan. Di tengah dinamika pasar yang kian kompetitif, pemerintah daerah menilai penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) tidak lagi sekadar soal bertahan hidup, melainkan bagaimana pelaku usaha lokal mampu naik kelas dan bersaing secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui audiensi Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, dengan Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, H. Faisol Riza, di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta. Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, khususnya dalam pengembangan industri berbasis potensi lokal di Kota Cirebon.
Dalam pertemuan itu, Pemkot Cirebon memaparkan kondisi riil sektor industri daerah berdasarkan data Dashboard Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) tahun 2025. Tercatat, sebanyak 2.312 unit IKM aktif beroperasi di Kota Cirebon. Selain itu, terdapat 35 industri skala menengah dan 17 industri skala besar. Data tersebut menunjukkan bahwa IKM masih menjadi tulang punggung utama ekonomi kerakyatan di wilayah pesisir utara Jawa Barat itu.
Siti Farida menjelaskan bahwa pemerintah daerah selama ini telah menjalankan berbagai langkah pembinaan, mulai dari pemutakhiran basis data pelaku usaha, pengawasan perizinan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Program penciptaan wirausaha baru juga terus didorong, salah satunya melalui Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS), serta kolaborasi pelatihan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.
Menurut dia, Pemkot Cirebon tidak ingin pelaku IKM berjalan sendiri menghadapi tantangan pasar. Pemerintah, kata dia, hadir dengan menyediakan ruang promosi strategis melalui Mall UKM, memfasilitasi keikutsertaan pelaku usaha dalam pameran lokal dan nasional, serta membuka akses promosi melalui berbagai kemitraan.
“Kami juga mendorong pelaku IKM untuk mulai melihat peluang ekspor melalui sosialisasi skema imbal dagang. Produk lokal Cirebon punya potensi besar, tinggal bagaimana kita menyiapkan ekosistemnya,” ujar Siti Farida, Rabu, 4 Februari 2026.
