Cikalpedia
”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s ”site’s
Pemerintahan

Mang Ewo Ingatkan Bahaya Pejabat Pesanan

Pengamat Kebijakan Publik Kuningan, Sujarwo alias Mang Ewo

KUNINGAN — Panggung birokrasi Kabupaten Kuningan kini sedang menanti babak final. Setelah menyaring lebih dari 60 birokrat melalui saringan ketat Management Talenta, kini muncul 12 nama “pejuang” eselon III-A yang bersiap naik kelas ke kursi panas eselon II-B. Namun, bagi Sujarwo pengamat kebijakan publik yang lebih kondang disapa Mang Ewo deretan nama ini bukan hanya daftar administratif, melainkan pertaruhan kredibilitas kepemimpinan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani.

Mang Ewo melihat, munculnya 12 pejabat dari berbagai SKPD, mulai dari Setda hingga Badan dan Kecamatan, memang patut diapresiasi sebagai langkah modernisasi birokrasi. Namun, ia memberi catatan tebal, jangan sampai mekanisme ini hanya menjadi “karpet merah” bagi titipan kekuasaan.

“Proses yang melibatkan pakar perguruan tinggi ternama di Jawa Barat ini harus dipastikan murni kompetensi. Jangan sampai Panitia Seleksi (Pansel) hanya menjadi tukang stempel untuk memunculkan nama-nama pesanan pengambil kebijakan,” tegas Mang Ewo, Senin (27/4/20026).

Menurut Mang Ewo, target akhir untuk memunculkan empat nama terbaik guna mengisi pucuk pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) adalah ujian integritas bagi sistem yang dibangun. Ia menekankan bahwa jabatan eselon II-B menuntut sosok yang tidak hanya mumpuni secara intelektual, tetapi juga memiliki rekam jejak prestasi yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan publik.

Baca Juga :  Dua Pengamat Ungkap Kriteria Ideal Ketua PDIP Kuningan