KUNINGAN — Upaya memperkuat pasokan air bersih di bulan Ramadan dilakukan PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan dengan menambah kapasitas debit dari sejumlah sumber air baku baru. Langkah ini diprioritaskan untuk mengatasi keterbatasan pasokan di wilayah perkotaan sekaligus meningkatkan keandalan distribusi air kepada pelanggan.
Direktur PAM Tirta Kamuning, Ukas Suharfaputra, mengatakan lonjakan kebutuhan air selama Ramadan hingga Idul Fitri menjadi pertimbangan utama percepatan optimalisasi sumber air baku. Menurut dia, peningkatan debit merupakan solusi mendasar untuk mengakhiri distribusi bergilir yang selama ini masih terjadi di beberapa kawasan.
“Kami fokus pada penambahan debit agar aliran air lebih stabil dan merata. Dengan kapasitas yang memadai, masyarakat tidak lagi bergantung pada jadwal distribusi bergilir,” ujar Ukas, Kamis (19/2/2026).
Saat ini, perusahaan telah mengoperasikan tiga sumber air baku baru dengan total tambahan debit mencapai 55 liter per detik. Mata Air Cibangir menyumbang 20 liter per detik, Mata Air Cijalatong di perbatasan Kelurahan Cipari–Winduherang sebesar 15 liter per detik, serta Mata Air Cilukutuk di Desa Cileuley sebesar 20 liter per detik. Tambahan kapasitas ini diproyeksikan memperkuat suplai air untuk wilayah Kota Kuningan dan sekitarnya.
Menurut Ukas, optimalisasi sumber air baku dilakukan melalui perbaikan jaringan pipa transmisi, penyesuaian sistem distribusi, serta pengendalian kebocoran air. Ia menilai penambahan debit tanpa pembenahan infrastruktur tidak akan berdampak signifikan terhadap pelayanan.
“Penambahan sumber air harus diikuti dengan peningkatan sistem distribusi. Kami melakukan evaluasi jaringan agar air dari sumber baru benar-benar sampai ke pelanggan,” katanya.
