PENDIDIKAN era digital merupakan proses belajar mengajar yang memanfaatkan atau mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi. TIK sangat besar manfaatnya untuk mengakses sumber belajar secara luas, interaktif, personal, dan kolaboratif. Hanya saja dalam implementasinya masih banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai pemerataan akses, distraksi dan literasi digital para guru dan siswa.

Pendidikan digital bukan berbicara tentang teknologi saja, melainkan bagaimana membangun sebuah ekosistem yang adaptif, inklusif dan novatif. Upaya ini menjadi sebuah keharusan dalam membina dan menciptakan generasi yang siap menghadapi masa depan dan dunia digital.

Tahun 2026, pendidikan di era digital bukan sekedar pilihan, tapi sudah menjadi kebutuhan dasar. Pendidikan yang mengintegrasikan teknologi di setiap aspek pembelajaran. Awal tahun ini menjadi titik start transpormasi besar pendidikan Indonesia yang ditunjang dengan prioritas strategis pemerintah pada perluasan digitalisas berupa bantuan papan informasi digital dan sejenisnya.

Tren utama pendidikan tahun 2026 ditandai dengan akselerasi teknologi yang lebih inklusif. Pemanfaatan AI dan pembelajaran Interaktif berbasis papan inforrmasi digital menjadi gaya baru pendidikan Indonesia. Bahkan untuk tujuan itu, revitalisasi satuan pendidikan pun gencar. Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk memastikan sarana fisik dan digital di sekolah-sekolah memadai untuk mendukung pembelajaran modern.

Upaya tersebut sangat mendukung beberapa hal antara lain, memperluas akses internet sebagai sumber belajar yang tak terbatas. Kolaborasi global melalui platform daring untuk memenuhi kebutuhan individu siswa secara real-time, penguatan pembelajaran personal/ interaktive, dan fleksibilitas belajar karena bisa dilakukan di mana dan kapan saja.

Hanya saja, tantangan besar yang harus segera dibenahi meliputi beberapa hal antara lain; Pertama, ketimpangan akses perangkat/internet. Siswa belum sepenuhnya mendapatkan jaringan dan internet yang stabil, terutama di daerah 3T. Kedua, terjadi distraksi dan kualitas informasi media sosial akibat games daring. Siswa tidak bisa fokus pada inti pembelajaran karena lebih tertarik pada permainan digital. Ketiga, kesiapan para guru dalam menggunakan TIK, danKeempat, etika digital. Isu bullying masih banyak terjadi dan keamanan data masih rawan.

Untuk menjawab persoalan tersebut, beberapa langkah yang bisa diakukan, yaitu: mmulai meningkatkan literasi digital untuk para guru secara menyeluruh atau pun untuk siswa supaya melek teknologi serta menjaga etika digital. Pelatihan praktis berkelanjutan bagi guru tentang pedagogi digital. Inovasi kurikulum supaya lebih fokus pada keterampilan relevan dunia kerja, dan memastikan fasilitas dan akses internet. Pada tahap ini pemerintah harus memastikan insprastruktur digital sudah merata.

Dukungan maksimal terhadap pendidikan digital akan memberikan askes tanpa batas terhadap sumber daya global terutama di deaerah 3T. Transformasi pendidikan ini sangat memungkinkan semua anak bangsa mendapatkan akses dan kualitas pendidikan yang merata. []

Penulis: Moch. Yusup Y.P, M.Pd., Pendidik