Puncak acara diisi dengan tabligh akbar dan doa bersama yang dipimpin Ustadz Fitriyadi Siradj, penceramah asal Kelurahan Kuningan. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan jamaah tentang ciri-ciri umat yang benar-benar mencintai Rasulullah SAW. Menurutnya, cinta kepada Nabi tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Kalau kita mencintai Nabi, maka kita harus berusaha meneladani akhlaknya. Dari cara berbicara, bersikap, hingga berhubungan dengan sesama,” tuturnya.
Bagi jamaah, malam Maulid di Masjid Al-Ashri bukan cuma peringatan tahunan, melainkan ruang untuk memperdalam makna cinta kepada Nabi. Di balik doa dan sholawat, tersimpan harapan agar nilai-nilai akhlak Rasulullah terus hidup dalam kehidupan mereka sehari-hari. (ali)
